BANJARBARU — Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel Syamsir Rahman menyatakan lahan seluas 850 hektare itu teridentifikasi belum terbakar, terdiri dari lahan yang telah selesai panen maupun yang belum dipanen. Sisa tanaman dan kondisi lahan yang dibiarkan tanpa pengolahan menjadi pemicu utama kebakaran.
"Dari 850 hektare itu, secara teknis harus segera ditangani supaya tidak terbakar. Arahan Pak Wamenko, lahan ini harus segera dibalik tanahnya dan dibersihkan," ujar Syamsir.
Pengolahan dilakukan tanpa pembakaran, dengan penyuluh pertanian mengawasi pelaksanaan di masing-masing wilayah. Targetnya lebih dari 100 hektare per hari agar seluruh lahan tuntas dalam sepekan.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel menyiapkan sekitar 20 unit traktor roda empat dan 15 unit alat pengolah lahan lainnya. Pengerjaan dilakukan serentak dan bertahap dengan melibatkan petugas serta dukungan peralatan yang tersedia.
"Oleh karena itu, pengerjaan akan dilakukan secara serentak dan bertahap dengan melibatkan petugas serta dukungan peralatan yang tersedia," ungkap Syamsir.
Dukungan pembiayaan dan fasilitasi kebutuhan bahan bakar minyak untuk operasional peralatan akan dikoordinasikan bersama pemerintah, termasuk kementerian terkait.
Syamsir mengimbau petani agar tidak membakar lahan dalam proses pembersihan maupun persiapan tanam. Bagi petani yang masih melakukan panen, ia meminta penggunaan mesin pemanen kombinasi atau combine harvester dengan pemotongan tanaman serendah mungkin.
Pemotongan hingga bagian bawah tanaman membantu mengurangi sisa yang berpotensi menjadi bahan bakar kebakaran. Petani yang belum memiliki akses terhadap alat panen diminta melaporkannya kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel agar dapat dibantu.
Pengolahan lahan tidak hanya menjadi bagian dari upaya pencegahan karhutla, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi petani. Lahan yang dibersihkan dan dibalik lebih awal akan memudahkan proses pengolahan lanjutan ketika air tersedia.
"Ini juga memberikan keuntungan bagi petani. Di tengah upaya mencegah karhutla, mereka mendapatkan dukungan pengolahan lahan sehingga nantinya bisa lebih siap untuk menanam kembali," jelasnya.
Dengan percepatan pengolahan 850 hektare lahan tersebut, Pemprov Kalsel mendorong penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika api muncul, tetapi juga pada pencegahan sejak dini melalui penataan lahan pertanian, pengerahan alat, dan pendampingan langsung kepada petani.