BANJARBARU — Peringatan dini cuaca BMKG Kalsel menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di dua kabupaten paling utara provinsi itu pada awal sore. Hujan ringan juga diprediksi turun di Tapin dan Hulu Sungai Selatan pada periode yang sama.
Kondisi pagi hari di sebagian besar wilayah Kalsel justru tertutup kabut asap. Tanah Bumbu dan Kotabaru menjadi dua daerah yang dilaporkan relatif bersih dari selimut asap. Suhu maksimum hari ini tercatat mencapai 36 derajat Celsius di sejumlah titik.
BMKG membagi peringatan dini cuaca hari ini ke dalam dua gelombang waktu berdasarkan pergerakan awan konvektif dari arah utara:
Warga di empat kabupaten yang masuk zona hujan petir diminta menjauhi pohon besar, baliho, dan tiang listrik saat angin kencang melanda. Petugas kelurahan dan desa di wilayah tersebut biasanya menyiagakan posko bencana saat peringatan seperti ini keluar.
Bersamaan dengan peringatan hujan, BMKG Kalsel merilis status kekeringan meteorologis untuk Dasarian I Oktober 2026 yang mencakup periode 1-10 Oktober. Hasilnya, sebagian besar kabupaten dan kota di provinsi ini masuk kategori waspada hingga awas.
Status awas atau level tertinggi diberikan kepada Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Kotabaru. Artinya, enam wilayah itu mengalami hari tanpa hujan berturut-turut paling panjang dibanding daerah lain.
Kabupaten Banjar menyusul di level siaga, sementara Kabupaten Balangan berada di status waspada. Dua daerah ini masih memiliki peluang hujan lebih besar dibanding wilayah selatan provinsi.
Kombinasi suhu udara panas dan uap air yang naik dari permukaan laut memicu pembentukan awan konvektif di atas wilayah utara Kalsel. Kondisi ini lazim terjadi pada masa peralihan musim, ketika daratan sudah panas tetapi pasokan uap air dari perairan sekitar masih cukup.
Hujan yang turun dalam waktu singkat tidak serta-merta memutus rantai kekeringan meteorologis. BMKG menilai curah hujan dasarian masih di bawah normal di sebagian besar wilayah, sehingga status awas dan siaga tetap dipertahankan hingga 10 Oktober.
Masyarakat di wilayah peringatan dini kekeringan diimbau menghemat penggunaan air dan mengantisipasi potensi kekurangan pasokan. Warga juga diminta memantau pembaruan informasi resmi dari BMKG Kalsel, terutama menjelang sore ketika awan hujan bergerak cepat dari utara ke selatan.
Bagi petani di Tabalong, Balangan, dan Hulu Sungai Tengah, hujan sore ini bisa dimanfaatkan untuk menampung air di embung atau kolam penampungan sementara. Namun angin kencang yang menyertai berisiko merobohkan tanaman muda dan merusak atap rumah warga di kawasan pinggiran sungai.