KALIMANTAN SELATAN — Festival Wakatobi Wave 2026 menampilkan parade ratusan perahu hias di perairan Marina Togo, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Parade ini mengangkat kekayaan budaya maritim Suku Bajo yang menjadi identitas utama kawasan tersebut. Ajang tahunan ini menjadi salah satu daya tarik wisata bahari unggulan di kawasan Taman Nasional Wakatobi.
Perairan Marina Togo berubah menjadi panggung budaya ketika ratusan perahu hias milik warga Suku Bajo berlayar dalam formasi parade. Festival Wakatobi Wave 2026 menjadikan tradisi melaut komunitas Bajo sebagai pusat pertunjukan, bukan sekadar atraksi tambahan.
Wakatobi sendiri merupakan kabupaten di Sulawesi Tenggara yang terdiri dari empat pulau utama: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Nama Wakatobi terbentuk dari singkatan keempat pulau tersebut. Kawasan ini juga dikenal sebagai bagian dari Taman Nasional Wakatobi yang masuk daftar warisan dunia UNESCO.
Parade perahu hias menjadi inti Festival Wakatobi Wave. Setiap perahu dihias dengan warna dan ornamen khas yang mencerminkan identitas komunitas Bajo. Ratusan armada berlayar bersama di perairan Marina Togo, menciptakan pemandangan yang tidak ditemukan di festival bahari lain di Indonesia.
Suku Bajo dikenal sebagai komunitas pelaut yang hidup di atas air. Tradisi melaut, membangun rumah panggung, dan navigasi laut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Festival ini menampilkan warisan tersebut dalam bentuk visual yang bisa disaksikan langsung wisatawan.
Wakatobi dapat dijangkau melalui penerbangan ke Bandara Matahora di Pulau Wangi-Wangi dari Kendari atau Baubau. Dari pusat kota Wanci, Marina Togo berada dalam jarak tempuh singkat menggunakan kendaraan darat atau perahu.
Alternatif lain adalah jalur laut dari Baubau menggunakan kapal feri. Durasi perjalanan laut lebih lama, tetapi menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin membawa kendaraan atau menikmati rute kepulauan.
Informasi terkini mengenai tiket masuk, jadwal pasti parade, dan jam operasional area festival dapat dikonfirmasi melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi atau panitia penyelenggara. Wisatawan disarankan memeriksa jadwal resmi sebelum berangkat karena rangkaian acara bisa menyesuaikan kondisi cuaca dan laut.
Waktu terbaik menyaksikan parade adalah saat pagi hingga siang ketika cahaya cukup untuk fotografi dan laut relatif tenang. Bawa pelindung matahari, topi, dan air minum karena area marina terbuka.
Gunakan alas kaki yang tidak licin jika menyaksikan dari dermaga kayu. Hormati aktivitas warga Bajo yang sedang melaut atau bersiap tampil dalam parade.
Untuk penginapan, pilihan terbanyak ada di sekitar Wanci, ibu kota Kabupaten Wakatobi. Pesan akomodasi lebih awal karena jumlah kamar terbatas saat festival berlangsung.
Festival Wakatobi Wave biasanya berlangsung beberapa hari dengan rangkaian acara berbeda tiap sesi. Luangkan minimal dua hingga tiga hari untuk mengikuti parade utama sekaligus menikmati wisata bahari di sekitar kepulauan.