ISPA di Hulu Sungai Tengah Tembus 24.601 Kasus hingga Juli 2026, Dinkes Catat Lonjakan 4 Bulan Beruntun Akibat Kabut Asap

Penulis: Reza Maulana  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:20:31 WIB
Petugas kesehatan memeriksa warga yang terdampak kabut asap di Puskesmas Barabai, Hulu Sungai Tengah, Selasa (18/2/2026).

BARABAI — Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah mencatat lonjakan kasus ISPA sepanjang Januari hingga Juli 2026. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes HST, Mualim, mengatakan tren kasus terus naik dalam empat bulan terakhir, dengan puncaknya terjadi pada Juli lalu.

"Tren kasusnya terus meningkat selama empat bulan terakhir," ujar Mualim di Barabai, Selasa (18/2).

Lonjakan Kasus Berbanding Lurus dengan Musim Karhutla

Data Dinkes HST menunjukkan rincian kasus yang terus menanjak sejak Maret. Pada Maret tercatat 2.604 kasus, lalu April naik ke 3.070 kasus, dan Mei menyentuh 3.157 kasus.

Angka tersebut kembali meningkat pada Juni dengan 3.161 kasus, dan melonjak tajam menjadi 3.960 kasus pada Juli. Mualim menegaskan kabut asap dari karhutla menjadi faktor pemicu utama, meski bukan satu-satunya penyebab ISPA di daerah itu.

Imbauan Dinkes: Pakai Masker dan Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Menyikapi kondisi ini, Dinkes HST telah menerbitkan surat edaran yang disebarkan ke seluruh puskesmas. Instruksi tersebut meminta fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk gencar menyosialisasikan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap.

Masyarakat diimbau menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa masker saat beraktivitas di luar ruangan. Kelompok rentan, terutama warga dengan riwayat penyakit pernapasan, diminta mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala gangguan pernapasan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata," tegas Mualim.

Jaga Kualitas Udara Dalam Ruangan dan Perkuat Imunitas

Selain memakai masker, Dinkes HST mendorong warga menjaga kualitas udara di dalam rumah. Penggunaan alat pembersih udara (air purifier) disarankan jika memungkinkan untuk meminimalkan partikel asap yang masuk ke hunian.

Asupan gizi juga menjadi perhatian. Warga diimbau memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi atau vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh selama musim kabut asap berlangsung.

Larangan Tegas Membakar Lahan dan Sampah

Dinkes HST juga mengingatkan warga untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar atau membakar sampah secara sembarangan. Praktik tersebut dinilai dapat memperburuk kualitas udara yang sudah tercemar asap karhutla.

Upaya ini sejalan dengan langkah pemerintah pusat yang terus melakukan modifikasi cuaca untuk memadamkan karhutla di Kalimantan. Sebelumnya, otoritas terkait menyebut jutaan warga terpapar asap kebakaran dan mengimbau penggunaan masker secara luas.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: kalsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top