Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla di Ring 1 Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, Lahan Gambut Guntung Damar Terbakar

Penulis: Vicky Prasetya  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 21:39:02 WIB
Helikopter water bombing milik BPBD Kalsel menjatuhkan bom air untuk memadamkan titik api di lahan gambut Guntung Damar, Banjarbaru, Senin (12/8).

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, masih terus menyala dan mendekati pemukiman warga, Senin siang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel menerjunkan helikopter water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit dilalui petugas darat di lahan gambut Guntung Damar, Kecamatan Landasan Ulin.

BANJARBARU — Operasi pemadaman karhutla di ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor memasuki babak krusial. BPBD Kalsel mengerahkan armada udara untuk menjatuhkan bom air di titik-titik api yang membakar lahan gambut Guntung Damar, Kecamatan Landasan Ulin, yang lokasinya berdekatan dengan permukiman penduduk.

Kepala Subbid Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan fokus pemadaman diarahkan ke ring 1 bandara karena kobaran api mengancam pemukiman. "Helikopter water bombing memang difokuskan di ring 1 bandara karena lahan yang terbakar juga mendekati perumahan penduduk," ujarnya.

Armada Udara Dikerahkan untuk Jangkau Titik Api di Lahan Gambut

Pemadaman dari udara menjadi andalan utama karena medan lahan gambut yang terbakar sulit diakses Satgas Darat. Beruntung, sumber air dari danau di sekitar lokasi masih dapat dimanfaatkan helikopter untuk mengisi tangki sebelum dijatuhkan ke pusat api.

Selama satu bulan terakhir, Kalimantan Selatan mengoperasikan tiga helikopter water bombing bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan kapasitas angkut air mencapai 4.000 liter. Armada tersebut terdiri dari helikopter MI-8AMT/RA-22834, UH-60L/N711BF, serta AS332C1 Super Puma/PK-DAN.

Tambahan Satu Helikopter dari Operasi Riau

Kekuatan udara kembali bertambah dengan hadirnya satu helikopter water bombing yang dialihkan dari operasi penanganan karhutla di Riau. Penambahan armada ini diharapkan mempercepat proses pendinginan lahan gambut yang rawan api membara di bawah permukaan.

Selain unit water bombing, operasi pemantauan udara juga didukung oleh helikopter patroli jenis Bell 206 Jet Ranger serta pesawat patroli C208B-EX. Kombinasi armada ini memungkinkan petugas mendeteksi titik panas baru secara cepat dan memetakan area yang paling membutuhkan penanganan segera.

Karhutla di lahan gambut memiliki karakteristik sulit dipadamkan karena api dapat merambat di bawah permukaan tanah. Upaya pemadaman dari udara ini menjadi langkah krusial untuk mencegah meluasnya kebakaran menuju kawasan bandara dan permukiman warga di sekitarnya.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top