BANJARBARU — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan masih mengandalkan satgas darat. Pasalnya, operasi modifikasi cuaca (OMC) yang biasanya digelar untuk mempercepat pemadaman dari udara belum dapat dilakukan hingga saat ini.
Kepala BPBD Kalsel, Berton, mengatakan kondisi karhutla di provinsi tersebut sejauh ini masih terkendali. Satgas darat terus dikerahkan selama 24 jam penuh, terutama di wilayah yang menjadi prioritas penanganan atau ring 1.
Berton menyebutkan, ada tiga kabupaten/kota yang masuk dalam kategori ring 1 dan mendapat perhatian khusus. Ketiganya adalah Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Barito Kuala.
"Saat ini situasi di Kalimantan Selatan terkendali, satgas darat bekerja 24 jam. Wilayah ring 1 di mana di Kabupaten Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala," katanya.
Meski sejumlah titik api telah berhasil dipadamkan dan dilakukan pembasahan, petugas masih menghadapi kendala di lapangan. Api kembali muncul dalam beberapa hari setelah proses pemadaman selesai dilakukan.
Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman dan pembasahan lahan terus diulang secara berkala. Langkah ini diambil untuk mencegah api kembali meluas ke area lain yang lebih besar.
Belum dijelaskan secara rinci mengenai penyebab mundurnya pelaksanaan OMC di Kalimantan Selatan. Padahal, operasi tersebut biasanya menjadi andalan untuk menjangkau titik api di area yang sulit diakses pasukan darat.