BANJARMASIN — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel). Berdasarkan pantauan, kabut asap terpantau menutup sejumlah kawasan di Kota Banjarbaru, Banjarmasin, hingga Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Kondisi ini membuat jarak pandang pengendara menjadi sangat terbatas. Situasi tersebut lantas memantik kekhawatiran dari kalangan akademisi, khususnya terkait keselamatan mahasiswa yang kerap beraktivitas di luar ruangan.
Menyikapi kabut asap yang makin pekat, Rektor Universitas Islam Kalimantan (Uniska) mengingatkan para mahasiswa untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di jalan. Imbauan ini disampaikan menyusul menurunnya visibilitas yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Pihak kampus menekankan agar mahasiswa yang menggunakan kendaraan bermotor untuk lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan. Jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap dinilai berisiko tinggi memicu kecelakaan lalu lintas.
Kabut asap yang menyelimuti Kalsel kali ini terpantau melanda tiga wilayah utama, yaitu Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Barito Kuala. Ketiganya merupakan wilayah dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi.
Di sejumlah titik, tebalnya kabut asap membuat pandangan pengendara menjadi sangat terbatas. Kondisi ini diperparah jika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga potensi terjadinya tabrakan beruntun pun meningkat.
Dengan kondisi ini, para pengendara diimbau untuk menyalakan lampu kendaraan meskipun siang hari. Langkah tersebut dinilai efektif untuk meningkatkan visibilitas kendaraan lain terhadap keberadaan pengendara di tengah kabut.
Selain itu, penggunaan masker juga disarankan untuk mengurangi dampak kesehatan akibat menghirup udara yang tercemar asap. Imbauan serupa disampaikan kepada seluruh elemen masyarakat agar senantiasa waspada hingga kondisi kabut asap berangsur membaik.