BANJARMASIN — Ratusan personel Polresta Banjarmasin bersama jajaran Forkopimda menggelar Sholat Istisqa di Lapangan Apel Mapolresta, Rabu (19/8/2026) pagi. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi mitigasi karhutla yang tengah diperkuat di tengah puncak musim kemarau.
Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin menyebut kondisi cuaca ekstrem ini menuntut kesiapsiagaan semua unsur. Tidak hanya untuk mencegah titik api, tetapi juga meringankan beban warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
Sholat Istisqa dipimpin Ustadz H Muhammad Rizal Fathoni. Turut hadir Dandim 1007/Banjarmasin, Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Kepala Kejaksaan Negeri, hingga perwakilan Pengadilan Negeri Banjarmasin.
"Secara lahir dan batin kami memohon pertolongan Allah agar diturunkan hujan yang penuh manfaat dan keberkahan," kata Riza dalam keterangan resminya, Rabu.
Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor. Semangat "Kayuh Baimbai Jaga Banua" pun digaungkan sebagai komitmen bersama menjaga keamanan dan lingkungan selama masa sulit ini.
Di luar upaya spiritual, Polresta Banjarmasin bersama Forkopimda meningkatkan langkah pencegahan karhutla di lapangan. Edukasi kepada masyarakat menjadi prioritas, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak kebakaran lahan.
Pemantauan kondisi wilayah pun diperketat. Langkah ini diambil mengingat musim kemarau membuat lahan kering rentan terbakar, baik akibat faktor alam maupun kelalaian manusia.
Dampak kemarau tidak hanya soal karhutla. Kekeringan juga mengancam ketersediaan air bersih bagi warga. Polresta Banjarmasin mengambil langkah sosial dengan mendukung distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.
"Selain ikhtiar langit, kami dan unsur Forkopimda terus melakukan upaya di lapangan seperti edukasi karhutla dan termasuk membantu distribusi air bersih ke wilayah terdampak," ujar Riza.
Penanganan dampak kemarau ini disebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Tujuannya, potensi karhutla bisa ditekan sekaligus kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Kapolresta Banjarmasin berharap hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan kembali membaik. Dengan begitu, risiko karhutla dan dampak kekeringan terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
"Kami berharap hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan kembali membaik dan masyarakat mendapatkan manfaat serta keberkahan," pungkasnya.