Polres Tanah Laut Gelar Salat Istisqa di Tengah Kemarau Ekstrem, Forkopimda hingga MUI Ikut Serta

Penulis: Udin Syamsul  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:22:15 WIB
Ratusan personel Polres Tanah Laut bersama Forkopimda mengikuti salat istisqa di Lapangan Mapolres Tanah Laut, Rabu (19/8/2026).

PELAIHARI — Ratusan personel Polres Tanah Laut bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar salat istisqa di Lapangan Mapolres Tanah Laut, Rabu pagi (19/8/2026). Salat sunah memohon diturunkannya hujan ini dipimpin oleh Ustaz Hairil Anam.

Kegiatan yang berlangsung aman dan lancar ini merupakan respons atas musim kemarau yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir. Suhu udara yang cukup ekstrem disebut mulai menimbulkan dampak nyata bagi warga di Kabupaten Tanah Laut.

Kekeringan Mulai Ganggu Aktivitas Warga

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan menyampaikan, kondisi kemarau tidak hanya berpengaruh terhadap ketersediaan air bersih bagi warga. Dampaknya juga mulai dirasakan pada berbagai sektor aktivitas masyarakat.

"Bagaimana terhadap gangguan penerbangan, kebakaran hutan dan lahan, sehingga menghasilkan kabut asap yang membuat jarak pandang terganggu. Selain itu, petani juga tidak berani untuk menanam," kata Ricky.

Potensi karhutla menjadi kekhawatiran utama di tengah kondisi cuaca panas yang menyengat. Kabut asap yang ditimbulkan nantinya berpotensi mengganggu jarak pandang, baik bagi warga maupun aktivitas penerbangan di wilayah setempat.

Salat Istisqa: Ikhtiar yang Diajarkan Sejak Zaman Nabi

Ketua MUI Tanah Laut Ahmad Syarifuddin Noor mengatakan, pelaksanaan salat istisqa merupakan salah satu sunah yang telah diajarkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Pihaknya berharap ikhtiar ini diiringi dengan turunnya hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat.

"Kita berharap, setelah salat istisqa ini hujan yang dinantikan segera turun," ujarnya.

Pelaksanaan salat istisqa di Lapangan Mapolres Tanah Laut berlangsung khidmat. Kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak oleh jajaran kepolisian di wilayah Polda Kalimantan Selatan sebagai bentuk ikhtiar menghadapi musim kemarau dan dampaknya terhadap masyarakat.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: poroskalimantan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top