Mitsubishi Eclipse Sportback EV 2027: Mobil Listrik Rebadge Nissan Leaf dengan Harga Satu Trim

Penulis: Udin Syamsul  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24:31 WIB
Mitsubishi memperkenalkan Eclipse Sportback EV 2027 sebagai kendaraan listrik pertama mereka yang berbasis Nissan Leaf.

KALIMANTAN SELATAN — Mitsubishi resmi memperkenalkan Eclipse Sportback EV 2027 sebagai kendaraan listrik pertama mereka dalam beberapa tahun terakhir. Namun yang menarik, mobil ini pada dasarnya adalah Nissan Leaf yang dirombak total di bagian eksteriornya. Nama legendaris Eclipse yang dulu identik dengan coupe sporty kini disematkan pada crossover listrik—keputusan berani yang patut diapresiasi.

Kami belum mendapatkan unit untuk diuji di Indonesia, jadi ulasan ini berdasarkan spesifikasi resmi dan pengamatan dari materi yang dirilis pabrikan. Untuk konteks, Nissan Leaf sendiri sudah lama beredar di pasar global dengan reputasi sebagai EV yang andal namun sederhana.

Spesifikasi Teknis: Sama Persis dengan Nissan Leaf

Di balik kap mesin—atau lebih tepatnya di bawah lantai kabin—Eclipse Sportback mengusung paket mekanis yang identik dengan Leaf. Satu motor listrik bertenaga 214 hp yang menggerakkan roda depan. Tidak ada varian AWD, tidak ada opsi baterai lebih besar, dan tidak ada mode performa tambahan.

Angka ini sebenarnya cukup untuk penggunaan harian. Tenaga 214 hp setara dengan mobil bermesin 2.0 liter turbo, dan untuk EV yang fokus pada efisiensi, ini bukan angka yang mengecewakan. Namun pembeli yang mengharapkan sensasi Eclipse lama—yang dulu dikenal dengan handling tajam—perlu menurunkan ekspektasi.

Harga dan Varian: Satu Trim, Satu Paket Opsi

Mitsubishi menyederhanakan strategi penjualan dengan hanya menawarkan satu tingkat trim. Satu-satunya tambahan yang tersedia adalah Technology Package, yang berisi:

  • Atap kaca panorama
  • Power liftgate
  • Sistem audio Bose 10-speaker
  • Roof rails untuk box atau rak atap

Pendekatan satu trim ini sebenarnya cerdas untuk pasar yang baru mengenal EV. Pembeli tidak perlu bingung memilih antara varian tengah atau atas—semua fitur esensial sudah standar. Namun bagi yang menginginkan fleksibilitas, pilihannya jadi terbatas.

Desain Eksterior: Wajah Baru Mitsubishi, Siluet yang Dikenal

Bagian depan mendapat perombakan paling signifikan. Grille khas Mitsubishi dengan pola Dynamic Shield yang agresif berhasil menyamarkan asal-usul Leaf-nya. Lampu utama LED yang ramping dan bumper bawah yang lebih sporty memberi kesan mobil yang lebih mahal dari seharusnya.

Dari samping, siluetnya masih jelas mirip Leaf—garis atap yang melandai ke belakang dengan gaya fastback. Ini bukan kritik, karena desain tersebut tetap terlihat modern. Hanya saja, penggemar otomotif yang jeli akan langsung mengenali DNA Nissan di balik panel bodi barunya.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Ada beberapa catatan penting yang perlu dipertimbangkan. Pertama, platform Leaf sudah berusia hampir satu dekade. Meski Mitsubishi melakukan penyegaran eksterior, arsitektur dasarnya tetap sama—artinya efisiensi dan teknologi pengisian daya tidak sekompetitif EV generasi baru seperti Hyundai Ioniq 5 atau Kia EV6.

Kedua, penggerak roda depan dengan 214 hp berarti performa akselerasi akan terasa cepat di kecepatan rendah, tetapi handling-nya tetap mengutamakan kenyamanan, bukan sportivitas. Ini bukan mobil untuk mereka yang mencari sensasi berkendara ala Eclipse generasi sebelumnya.

Ketiga, harga. Mitsubishi belum mengumumkan angka resmi untuk pasar global, tetapi jika mengikuti posisi Leaf, kemungkinan besar mobil ini akan diposisikan sebagai EV entry-level. Untuk pasar Indonesia, impor CBU akan membuat harganya melonjak signifikan, dan kompetisi di segmen ini sudah sangat ketat dengan hadirnya BYD Dolphin, Wuling Air ev, dan Chery Omoda E5.

Kesimpulan Awal: EV Fungsional, Bukan yang Paling Menarik

Eclipse Sportback 2027 adalah langkah pragmatis Mitsubishi untuk kembali ke pasar EV tanpa mengeluarkan biaya pengembangan besar-besaran. Dengan satu trim dan satu paket opsi, mobil ini menawarkan kesederhanaan yang jarang ditemui di kelasnya.

Untuk pembeli yang mengutamakan kepraktisan, jaringan dealer Mitsubishi yang luas, dan tidak terlalu peduli dengan gengsi teknologi terkini, mobil ini layak masuk daftar pertimbangan. Namun bagi yang mencari EV dengan pengalaman berkendara yang benar-benar baru dan teknologi pengisian terkini, ada banyak alternatif yang lebih menarik di harga yang sama.

Kami akan segera memberikan pembaruan setelah mendapat kesempatan untuk menguji langsung di jalan raya Indonesia—terutama untuk melihat bagaimana konsumsi energi dan kenyamanan berkendaranya dalam kondisi lalu lintas Jakarta yang sesungguhnya.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top