270 Anak Keluarga Rentan di Tanah Bumbu Mulai Ikuti MPLS Sekolah Rakyat, Langsung Dites Kesehatan

Penulis: Vicky Prasetya  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 12:17:01 WIB
anak dari keluarga rentan di Tanah Bumbu mengikuti MPLS hari pertama di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Senin.

BATULICIN — Sebanyak 270 anak dari keluarga rentan di berbagai kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, memulai hari pertama pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Senin. Mereka menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Jalan Kodeco, Kecamatan Simpang Empat, sebelum menempati asrama.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif mengatakan, hari pertama diisi dengan orientasi lingkungan sekolah. Setelah rangkaian awal itu, para peserta didik langsung menempati lingkungan sekolah dan menjalani pola pendidikan berasrama.

Skrining Kesehatan Jadi Gerbang Awal Masuk Sekolah Rakyat

Selain orientasi, seluruh siswa juga menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi lebih awal apabila ditemukan penyakit atau kondisi tertentu, sehingga penanganannya bisa diberikan secara tepat sejak dini.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan peserta membutuhkan penanganan lebih lanjut, mereka akan diarahkan untuk mendapatkan rujukan ke puskesmas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu siap mengikuti pendidikan intensif.

Sebaran Siswa: 90 SD, 90 SMP, dan 90 SMA

Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu menampung 270 peserta didik yang terbagi dalam tiga jenjang. Masing-masing jenjang diisi 90 siswa sekolah dasar, 90 siswa sekolah menengah pertama, dan 90 siswa sekolah menengah atas.

Seluruh peserta didik berasal dari keluarga yang masuk dalam pemeringkatan sosial ekonomi desil 1 dan desil 2. Mereka datang dari berbagai kecamatan di Tanah Bumbu untuk menempuh pendidikan gratis dengan sistem asrama.

Pendidikan Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Bupati menegaskan, kehadiran sekolah yang dibangun di lahan seluas 11 hektare ini merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Tanah Bumbu dalam jangka panjang. Pemerintah daerah ingin menggeser paradigma pembangunan dari yang bertumpu pada kekayaan sumber daya alam menuju pembangunan yang bertumpu pada kualitas sumber daya manusia.

"Kita harus memperkuat paradigma pembangunan, dari pembangunan yang bertumpu pada kekayaan sumber daya alam menuju pembangunan yang bertumpu pada kualitas sumber daya manusia," terang Bupati.

Menurutnya, pendidikan menjadi investasi strategis karena melalui pendidikan, kemampuan berpikir, karakter, keterampilan, produktivitas, dan daya saing generasi penerus dapat dibangun. Program ini diharapkan menjadi instrumen untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi.

Efek Berganda bagi Perekonomian Warga Sekitar

"Anak-anak dari keluarga rentan diharapkan memperoleh kesempatan untuk berkembang secara optimal. Pada saat yang sama, dukungan tersebut diharapkan memberikan ruang kepada orang tua untuk lebih fokus dalam meningkatkan produktivitas dan memperkuat fondasi ekonomi keluarga," tambahnya.

Kawasan Sekolah Rakyat dinilai memiliki potensi memberikan dampak bagi masyarakat sekitar. Pemkab Tanah Bumbu akan mendorong agar aktivitas di kawasan tersebut dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian warga.

Bupati juga mengapresiasi sinergi pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, masyarakat, dan seluruh pihak dalam penyiapan sekolah ini. Kepada para siswa, ia berpesan agar memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya untuk membangun masa depan.

"Hari ini merupakan awal dari perjalanan pendidikan kalian. Kalian semua adalah anak-anak yang istimewa. Saya berharap anak-anak sekalian dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," ucap Bupati Andi Rudi Latif.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: kalsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top