KALIMANTAN SELATAN — Kepastian ini diumumkan langsung oleh klub, Rabu (18/6), setelah Olid menyelesaikan proses negosiasi dengan direktur sepak bola wanita United, Matt Johnson. Ia datang dengan reputasi mentereng setelah membawa Heart of Midlothian meraih gelar juara Scottish Women's Premier League pertama dalam sejarah klub pada musim lalu.
Karier Olid di Edinburgh berlangsung selama lima tahun. Ia bergabung dengan Hearts ketika tim tersebut masih berstatus tim papan tengah di liga Skotlandia. Namun, transformasi perlahan terjadi di bawah arahannya — dari pembenahan akademi hingga perekrutan pemain muda yang tepat sasaran.
Puncaknya terjadi musim 2024/2025 ketika Olid mempersembahkan gelar liga perdana bagi Hearts. Keberhasilan itu membuat namanya masuk radar klub-klub besar Eropa, sebelum akhirnya Manchester United bergerak cepat mengamankan jasanya.
“Kesempatan menjadi pelatih kepala Manchester United Women adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” ujar Olid dalam pernyataan resmi di laman klub, kemarin.
Penunjukan Olid bukan sekadar pergantian pelatih. Lebih dari itu, klub tengah mengubah arah kebijakan tim wanita. United disebut-sebut akan mengurangi belanja pemain mahal dan lebih fokus mengembangkan talenta akademi.
Klub telah menggelontorkan investasi signifikan untuk infrastruktur akademi dan fasilitas latihan. Langkah ini sejalan dengan visi jangka panjang yang diumumkan klub dalam pernyataannya: membangun sistem pembinaan pemain muda terbaik di Inggris.
“Eva adalah pelatih yang luar biasa dengan determinasi tinggi untuk sukses. Pencapaiannya di Hearts menunjukkan kemampuannya memaksimalkan potensi individu pemain, sekaligus menerapkan gaya bermain yang menarik,” kata Matt Johnson.
Musim lalu, United mengakhiri kompetisi Women's Super League di peringkat keempat. Mereka juga mencapai perempat final Liga Champions Wanita dan final Piala Liga — capaian yang dianggap belum memuaskan bagi klub sebesar United.
Olid meyakini skuad yang ada saat ini sudah memiliki fondasi kuat. Ia menyebut kualitas fasilitas latihan dan talenta muda yang dimiliki klub sebagai modal utama untuk bersaing di level tertinggi.
“Sudah ada begitu banyak talenta dalam skuad kami dan saya antusias bekerja dengan para pemain untuk mendukung mereka mewujudkan potensi besar yang mereka miliki. Saya bergabung dengan Manchester United di waktu yang sangat menarik,” pungkasnya.