BANJARBARU — Sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan mengalami pemadaman listrik serentak pada Rabu (5/8/2026) pagi hingga siang hari. Gangguan ini berdampak pada kelistrikan di kawasan Gambut, Kota Banjarbaru, Banjarmasin, dan Pelaihari, yang mengakibatkan aktivitas warga dan perkantoran sempat terganggu.
Belum ada keterangan resmi dari pihak PT PLN (Persero) mengenai penyebab pasti dari pemadaman kali ini. Namun, gangguan pada jaringan transmisi atau gardu induk biasanya menjadi pemicu utama ketika beberapa wilayah dalam satu provinsi padam dalam waktu bersamaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pengaduan warga, kelima wilayah yang disebutkan mengalami pemadaman dengan durasi yang tidak sama. Beberapa titik di Banjarmasin dilaporkan padam lebih cepat, sementara kawasan Gambut dan Pelaihari disebut mengalami pemadaman lebih lama.
Pemadaman listrik yang terjadi di jam kerja ini otomatis mengganggu operasional usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pasar-pasar tradisional. Para pedagang di kawasan Gambut dan Banjarbaru terpaksa mengandalkan mesin genset untuk menjaga stok dagangan tetap segar, terutama untuk produk olahan dan es.
Di sisi lain, layanan perbankan dan mesin ATM di sejumlah titik juga ikut terdampak. Warga yang hendak melakukan transaksi tunai diimbau untuk mencari lokasi ATM alternatif yang masih memiliki pasokan listrik dari genset internal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mengenai estimasi waktu penormalan. Warga yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan pengaduan PLN di aplikasi PLN Mobile atau melalui kontak resmi 123.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berisiko selama masa pemadaman. Diharapkan pasokan listrik dapat pulih secara bertahap dalam beberapa jam ke depan seiring dengan proses perbaikan yang dilakukan tim teknis di lapangan.