KALIMANTAN SELATAN — Spotify kembali mengonfirmasi pengembangan produk AI musik yang memungkinkan penggemar membuat remix dan cover lagu dari artis favorit. Dalam laporan pendapatan kuartal kedua pada Selasa (22/7), perusahaan mengumumkan Merlin, mitra lisensi untuk label dan distributor independen, resmi bergabung dalam proyek ini. Kemitraan tersebut membuka akses ke jaringan lebih dari 30.000 label yang siap berpartisipasi.
Co-CEO Spotify, Gustav Söderström, menegaskan produk ini berbeda dari layanan AI musik lain yang kerap menghasilkan lagu palsu. Fokus utama Spotify adalah pada karya artis asli yang secara sukarela mendaftarkan lagunya ke dalam katalog khusus.
"Kami ingin artis memberikan persetujuan agar karyanya masuk ke katalog ini, sehingga pengguna bisa bermain-main dengan cover dan remix berdasarkan karya mereka," ujar co-CEO lainnya, Alex Norström, dalam kesempatan yang sama.
Skema kompensasi menjadi poin penting dalam produk ini. Setiap artis yang lagunya digunakan akan menerima kredit dan imbalan finansial. Norström menyebut inisiatif ini sebagai "cara legal pertama" bagi musisi untuk memanfaatkan gelombang AI dalam musik interaktif.
"Kami tidak hanya meminta izin dan memberikan kredit, tapi juga memastikan kompensasi untuk para artis. Ini cara legal pertama untuk ikut serta dalam tren AI yang akan datang untuk musik interaktif."
Söderström menambahkan, "Remix dan cover adalah produk yang sangat menarik karena tidak ada pemain lain yang bisa melakukannya. Musik generatif biasa akan tetap berjalan dengan atau tanpa kami, tapi produk ini tidak akan ada tanpa Spotify."
Spotify mengonfirmasi fitur ini akan diluncurkan sebagai paket tambahan berbayar. Pendapatan dari langganan ini akan menjadi sumber pemasukan baru bagi artis. Perusahaan menyebut uji coba riset awal akan diberikan kepada sebagian kecil pengguna terlebih dahulu, namun belum memastikan tanggal peluncuran resmi.
Keputusan Spotify hadir di tengah membanjirnya konten AI di platform streaming. Deezer, layanan streaming musik asal Prancis, baru-baru ini melaporkan bahwa lebih dari 50% unggahan lagu harian di platformnya dihasilkan oleh AI, naik signifikan dari 10% pada Januari 2025.
Bagi pengguna Spotify di Indonesia, fitur ini berpotensi mengubah cara menikmati musik. Alih-alih hanya mendengarkan lagu, penggemar bisa berkreasi membuat versi remix dari lagu favorit dengan izin resmi. Namun, perlu dicatat bahwa fitur ini tidak akan langsung tersedia untuk semua pengguna dan membutuhkan biaya tambahan.
Dengan model yang menekankan persetujuan artis dan kompensasi, Spotify mencoba menghindari polemik yang menimpa startup AI musik lain yang kerap menggunakan suara artis tanpa izin. Pendekatan ini juga menjadi pembeda utama di pasar streaming yang semakin kompetitif.