TANAH BUMBU — Mobil pikap yang ditumpangi rombongan mahasiswa KKN hancur parah setelah bertabrakan dengan truk tangki BBM di Jalan Alternatif Batulicin–Banjarbaru, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (1/8) siang. Peristiwa nahas itu merenggut nyawa tujuh orang, terdiri dari lima mahasiswa, sopir truk tangki, dan seorang anggota Karang Taruna.
Dari lima mahasiswa yang gugur, tiga di antaranya berasal dari UNU Kalimantan Selatan, yakni Veri Andi Saputra (S1 Akuntansi), Nafa Izzatul Jannah, dan Nur'aini Salsabila (keduanya S1 PGSD). Dua lainnya merupakan mahasiswa ULM, yaitu Abdi Cahaya Girsang dari Fakultas Kehutanan dan Muhammad Ramadhani dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Informasi yang dihimpun dari pihak kampus, sebelum kecelakaan terjadi, rombongan mahasiswa KKN sedang dalam perjalanan menuju objek wisata Sungai Alut di Kecamatan Mantewe. Mereka baru saja menghadiri undangan kegiatan warga di Desa Bulurejo dan memanfaatkan waktu luang untuk berwisata.
Nahas, di tengah perjalanan melalui jalur alternatif tersebut, pikap yang mereka tumpangi bertabrakan dari arah berlawanan dengan truk tangki BBM. Benturan keras membuat truk tangki terperosok ke parit, sementara badan mobil pikap ringsek parah.
Juru Bicara ULM, Novaria Maulina, menyatakan pihak universitas langsung bergerak cepat begitu menerima kabar duka tersebut. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM, Dr. Muhamad Rusmin Nuryadin, S.E., M.Si., langsung diterjunkan ke Kabupaten Tanah Bumbu untuk mendampingi proses penanganan korban.
"Sesaat setelah menerima kabar, tim ULM langsung bergerak menuju lokasi. Saat ini Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM berada di Kabupaten Tanah Bumbu untuk mendampingi proses penanganan. Jenazah kedua mahasiswa ULM saat ini (Sabtu) dalam perjalanan menuju rumah duka di Banjarbaru dan Martapura," ucap Novaria dikutip dari Radar Banjarmasin, Senin (3/8).
Novaria menambahkan, ULM terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, aparat terkait, serta keluarga mahasiswa untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan baik.
Dari rombongan yang ditimpa musibah ini, satu mahasiswa ULM berhasil selamat. M. Fahrizal Hasbi, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan angkatan 2023, kini menjalani perawatan intensif. Ia sempat dirawat di rumah sakit Kabupaten Tanah Bumbu sebelum akhirnya dipindahkan ke RS Ulin Banjarmasin.
Rektor UNU Kalimantan Selatan, Abrani Sulaiman, mengaku sangat terpukul atas musibah yang menimpa mahasiswa binaannya. Ia menyampaikan duka mendalam dan berharap keluarga para korban diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
"Saya bersama civitas akademika UNU turut berduka cita atas meninggalnya tiga mahasiswa angkatan 2023 kami yang meninggal dunia dalam musibah kecelakaan tersebut," ujar Abrani.