KALIMANTAN SELATAN — Koperasi yang berbasis di kawasan Tamanmartani itu tidak hanya mengelola hasil bumi. Unit pertaniannya mencakup pengadaan pupuk, bibit, hingga pemasaran hasil panen anggota. Di sisi lain, koperasi juga merambah layanan kesehatan dengan mendirikan klinik yang melayani pemeriksaan umum dan pengobatan dasar.
Menurut pengurus koperasi, pengembangan unit usaha dilakukan secara bertahap. Sektor pertanian dipilih karena mayoritas anggota koperasi berprofesi sebagai petani. Dengan adanya koperasi, petani bisa mendapatkan harga input yang lebih murah dan akses pasar yang lebih pasti.
Sementara itu, kehadiran klinik kesehatan menjawab kebutuhan warga akan fasilitas medis yang dekat dan terjangkau. Klinik ini dikelola oleh tenaga kesehatan setempat dan melayani warga desa serta sekitarnya.
Warga Tamanmartani kini tidak perlu lagi jauh-jauh ke pusat kecamatan untuk berobat ringan. Klinik koperasi menyediakan layanan konsultasi dokter dan obat-obatan dengan harga yang lebih murah dibandingkan klinik swasta pada umumnya. Di sektor pertanian, para petani anggota koperasi juga mulai merasakan efisiensi biaya produksi.
Model bisnis koperasi ini diharapkan bisa direplikasi oleh desa-desa lain di Sleman. Dengan menggabungkan kebutuhan pokok warga dalam satu badan usaha, koperasi menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Ke depan, KDKMP Tamanmartani berencana menambah unit usaha baru, seperti toko sembako murah dan jasa pengelolaan lahan. Semua pengembangan itu tetap berpegang pada prinsip koperasi, yakni dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota.
Langkah Koperasi Desa Merah Putih di Sleman ini menjadi bukti bahwa badan usaha milik warga tidak melulu soal simpan pinjam. Dengan diversifikasi usaha, koperasi bisa menjadi pilar ekonomi yang tangguh di tingkat desa.