MARTAPURA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar tidak hanya menjadi ajang meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah, tetapi juga sarana introspeksi bagi birokrasi. Bupati Banjar H. Saidi Mansyur secara tegas mengajak seluruh ASN untuk menata perilaku kerja, bukan sekadar merapikan administrasi atau mempercantik infrastruktur kota.
Menurutnya, transformasi birokrasi yang tengah berjalan harus menyentuh cara aparatur dalam memberikan pelayanan publik. Ia mencontohkan nilai keteladanan Nabi yang bisa diterapkan dalam tugas sehari-hari.
"Transformasi birokrasi yang sudah kita jalankan, salah satunya Banjar Ditata, tentu bukan hanya merapikan administrasi dan mempercantik infrastruktur kota, tetapi kita juga harus menata perilaku kita dalam melaksanakan tugas, khususnya melayani masyarakat lebih cepat, efisien dan juga lebih manusiawi," ujar Saidi di Aula KH Kasyful Anwar, Martapura.
Menjaga Keharmonisan Antar Perangkat Daerah
Saidi menilai ego sektoral kerap menjadi penghambat kelancaran koordinasi antar perangkat daerah. Padahal, semangat kebersamaan merupakan bagian dari akhlak yang dicontohkan Rasulullah dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
"Kita harus menjaga keharmonisan, saling memberikan dukungan, saling menghormati dan menghargai satu sama lain," tambahnya.
Suasana peringatan berlangsung khusyuk dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan syair Maulid. Saidi berharap seluruh pimpinan dan ASN yang hadir dapat mengambil hikmah dari majelis tersebut.
"Di sini adem dan tenang. Kita fokus mendengarkan syair Maulid, fokus dengan majelis ini. Mudah-mudahan pimpinan dan kita semua yang hadir mendapatkan manfaat dan keberkahan dari majelis yang kita hadiri pada hari ini," katanya.
ASN Diminta Bijak Bermedia Sosial
Dalam kesempatan itu, Saidi juga memberikan arahan khusus terkait penggunaan media sosial bagi pegawai. Ia meminta platform digital hanya digunakan untuk hal-hal yang mendukung pelayanan publik, bukan untuk konten yang tidak bermanfaat.
"Media sosial sangat terbuka. Hati-hati para pegawai ASN. Kalau hendak live, khusus pelayanan saja. Kalau live-live saja, cuma berbincang atau ngobrol tidak jelas, tidak usah dilakukan," tegasnya.
Selain itu, ia menginstruksikan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk meluangkan waktu satu jam setiap Jumat guna melaksanakan kegiatan bersih-bersih di lingkungan sekitar kantor.
Doa Bersama untuk Atasi Karhutla dan Kekeringan
Kondisi kebencanaan turut menjadi perhatian dalam peringatan tersebut. Saidi menyebut Pemkab Banjar bersama Majelis Ulama Indonesia sebelumnya telah melaksanakan salat istisqa untuk meminta turunnya hujan di tengah kekeringan dan ancaman kebakaran hutan dan lahan.
"Mudah-mudahan kebencanaan asap akibat Karhutla ini segera berakhir, kekeringan ini segera berakhir, dan melalui salat istisqa, mudah-mudahan hujan segera turun," harapnya.
Pemantauan kondisi kebencanaan terus dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Tausiyah: Bekerja untuk Keluarga adalah Ikhtiar Mencari Rida Allah
Tausiyah dalam peringatan itu disampaikan Habib Fahmi Ba'abud. Ia mengajak jemaah menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam bekerja maupun bermasyarakat, termasuk bagi mereka yang berstatus sebagai bawahan.
"Walaupun kita menjadi anak buah, jadilah contoh yang baik, tentu terhadap diri kita sendiri, keluarga, dan sahabat-sahabat kita. Karena dengan contoh tersebut, itu bersumber daripada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam," tuturnya.
Habib Fahmi juga mengingatkan bahwa bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga merupakan bagian dari ikhtiar mencari rida Allah SWT. Ia mengajak umat Islam memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW karena setiap satu kali berselawat akan mendapat sepuluh kebaikan.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa. Acara turut dihadiri Sekda Banjar H. Yudi Andrea, Ketua TP PKK Kabupaten Banjar Hj. Nurgita Tiyas, para asisten, staf ahli, kepala SKPD, direktur perusahaan daerah, kepala bagian, serta jajaran ASN di lingkungan Pemkab Banjar.