Pencarian

Wali Kota Banjarmasin Perkuat Sinergi Pariwisata Bersama PHRI Kalimantan Selatan

Jumat, 01 Mei 2026 • 16:30:08 WIB
Wali Kota Banjarmasin Perkuat Sinergi Pariwisata Bersama PHRI Kalimantan Selatan
https://kalimantanpost.com/2026/05/wali-kota-hadiri-evening-dialogue-phri-bahas-tantangan-dan-peluang-pariwisata/

BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin terus berupaya memperkuat sektor pariwisata melalui kolaborasi erat dengan para pelaku industri perhotelan dan restoran. Hal ini ditegaskan dalam acara Evening Dialogue yang diinisiasi oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Banjarmasin pada Senin malam, 27 April 2026. Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, hadir langsung untuk memberikan pandangan strategis mengenai masa depan pariwisata di kota berjuluk Seribu Sungai tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di Fave Hotel Banjarmasin ini menjadi wadah komunikasi dua arah antara pembuat kebijakan dan praktisi di lapangan. Dalam suasana yang hangat dan interaktif, para peserta berkesempatan mendiskusikan berbagai isu krusial yang tengah dihadapi sektor jasa dan pariwisata. Dialog ini dipandu langsung oleh Ketua PHRI Kota Banjarmasin, Budi Salim, yang memastikan setiap poin aspirasi dari pengusaha hotel dan restoran dapat tersampaikan dengan baik kepada pemerintah daerah.

Dialog Strategis Sektor Pariwisata

Forum Evening Dialogue ini mengangkat tema sentral “Tantangan dan Peluang Pariwisata Kota Banjarmasin ke Depan.” Pemilihan tema ini dinilai sangat relevan mengingat dinamika ekonomi dan perubahan tren perjalanan wisatawan yang terus berkembang. Pemerintah Kota Banjarmasin memandang bahwa sektor pariwisata tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan infrastruktur akomodasi dan kuliner yang representatif.

Dalam dialog tersebut, Wali Kota menekankan pentingnya sinkronisasi program kerja antara dinas terkait dengan program kerja yang dimiliki oleh PHRI. Dengan adanya kesamaan arah pengembangan, diharapkan promosi pariwisata daerah dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Fokus utama dari pertemuan ini adalah bagaimana mengoptimalkan potensi lokal agar memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat nasional maupun internasional.

Kehadiran H. Muhammad Yamin HR sebagai narasumber memberikan sinyal positif bagi para pelaku usaha. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mendengarkan hambatan-hambatan teknis yang dihadapi oleh pemilik hotel dan restoran, mulai dari persoalan regulasi hingga kebutuhan fasilitas penunjang di sekitar objek wisata utama Banjarmasin.

Mengupas Tantangan dan Peluang Industri

Sektor pariwisata di Kalimantan Selatan, khususnya di Banjarmasin, memiliki karakteristik unik yang mengandalkan wisata sungai dan budaya. Namun, keunikan ini juga membawa tantangan tersendiri dalam hal pengelolaan lingkungan dan standarisasi layanan. Melalui Evening Dialogue ini, PHRI dan Pemerintah Kota mencoba memetakan apa saja hambatan yang selama ini menghambat pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan.

Selain tantangan, forum ini juga mengupas lebar peluang yang bisa dimanfaatkan. Pertumbuhan ekonomi daerah dan status Banjarmasin sebagai pusat perdagangan di Kalimantan Selatan menjadi modal besar bagi industri perhotelan. Peningkatan kualitas pelayanan dan inovasi produk wisata menjadi poin penting yang dibahas agar wisatawan memiliki alasan kuat untuk tinggal lebih lama di Banjarmasin.

Ketua PHRI Banjarmasin, Budi Salim, dalam arahannya menekankan bahwa pelaku industri siap beradaptasi dengan perubahan zaman. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dianggap sebagai kunci utama untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang sehat dan berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan kebijakan yang pro-investasi namun tetap menjaga kearifan lokal.

Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha

Pertemuan yang berlangsung hingga malam hari tersebut menghasilkan pemahaman bersama mengenai pentingnya data dan pemetaan pasar. Pemerintah Kota Banjarmasin berencana untuk terus melibatkan PHRI dalam setiap pengambilan keputusan yang berkaitan dengan sektor jasa. Hal ini dilakukan agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat serta pengusaha di sektor terkait.

Interaksi yang terjadi selama dialog menunjukkan adanya optimisme besar dari kedua belah pihak. Para pelaku usaha perhotelan dan restoran berharap agar kegiatan semacam ini rutin dilakukan sebagai sarana evaluasi berkala. Dengan adanya komunikasi yang intens, setiap permasalahan yang muncul di lapangan dapat segera dicarikan solusinya secara bersama-sama tanpa harus menunggu waktu yang lama.

Sinergi antara Wali Kota dan PHRI ini diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi kreatif di Banjarmasin. Dengan fasilitas yang memadai dan dukungan kebijakan yang suportif, industri pariwisata Kalimantan Selatan diprediksi akan terus mengalami tren positif dalam beberapa tahun ke depan.

Sebagai langkah tindak lanjut, hasil dari Evening Dialogue ini akan menjadi bahan masukan penting bagi Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menyusun rencana strategis pengembangan pariwisata. Fokus ke depan adalah menciptakan integrasi antara destinasi wisata unggulan dengan kesiapan fasilitas akomodasi yang dikelola oleh anggota PHRI, guna memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pengunjung yang datang ke Kota Seribu Sungai.

Bagikan
Sumber: kalimantanpost.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks