Banjarbaru — Anggota DPRD Banjarbaru Syamsuri, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II, memberikan dukungan penuh terhadap kehadiran Cafe Aspirasi di lingkungan gedung dewan. Menurutnya, konsep cafe terbukti cukup efektif sebagai ruang interaksi antara masyarakat dengan anggota dewan dalam suasana yang lebih santai dan terbuka.
Cafe Aspirasi Sebagai Ruang Dialog yang Representatif
Syamsuri menilai fasilitas cafe yang ada di gedung dewan sudah representatif dan layak menampung aspirasi warga. Dengan kehadiran cafe, masyarakat yang ingin bertemu anggota DPRD bisa menunggu di tempat yang nyaman sambil menikmati minuman atau makanan.
"Tempatnya representatif dan bagus untuk menampung aspirasi warga. Jika ingin bertemu anggota DPRD, masyarakat bisa menunggu di cafe sehingga komunikasi bisa terjalin lebih nyaman," ujarnya di Banjarbaru, Jumat.
Politisi Gerinda ini juga memuji penataan area cafe yang sudah dilengkapi meja dan kursi berkualitas, menciptakan suasana yang nyaman bagi pengunjung untuk bersantai.
Promosi Kuliner Tradisional Banjar Melalui Cafe
Selain fungsi sebagai ruang aspirasi, Syamsuri melihat potensi besar cafe untuk mempromosikan kuliner khas daerah. Berbagai menu tradisional masyarakat Banjar seperti nasi kuning, lontong, nasi itik, dan nasi kebuli dapat dijadikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung, terutama dari luar daerah.
"Walaupun konsepnya cafe, tetapi sekaligus bisa mempromosikan kuliner tradisional Banjar, sehingga pengunjung terutama dari luar daerah bisa menikmati makanan khas cukup saat berada di cafe," ucapnya.
Saat peresmian cafe, berbagai hidangan khas sudah disajikan, termasuk nasi tumpeng dan kudapan tradisional Banjar seperti lupis, jagung rebus, ketan merah, getuk, dan cenil.
Pemberdayaan UMKM Lokal Melalui Etalase Produk
Syamsuri mendorong agar Cafe Aspirasi dimanfaatkan sebagai etalase produk lokal UMKM, baik makanan maupun minuman, dengan kemasan yang menarik dan didukung pelayanan yang cepat. Berbagai minuman tradisional seperti jamu, beras kunyit, kunir asem, dan beras kencur dapat menjadi pilihan menarik untuk dipajang kepada pengunjung.
"UMKM bisa masuk dan produknya juga menampilkan kekhasan seperti makanan maupun minuman, namun harus menarik dengan kemasan yang baik, serta pelayanan cafe juga harus cepat," tuturnya.
Optimalisasi Fasilitas untuk Kenyamanan Pengunjung
Meskipun menganggap fasilitas cafe sudah cukup baik, Syamsuri menyarankan penambahan kipas angin untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung lebih lanjut. Perbaikan ini dirasa perlu untuk memastikan setiap pengunjung merasa betah saat berada di cafe.
Ke depannya, Syamsuri berharap Cafe Aspirasi tidak hanya berfungsi sebagai ruang diskusi publik, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM di Banjarbaru.