KALIMANTAN SELATAN — Dalam Dialog Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Pro 1 RRI Palembang, Senin (7/9/2026), ia menegaskan kehadiran ayah tidak cukup diukur dari materi. Kedekatan emosional yang dibangun lewat komunikasi harian justru jadi fondasi rasa aman anak hingga dewasa.
Minimnya keterlibatan emosional ayah membuat anak merasa punya ayah secara fisik, tapi tidak merasakan kedekatan batin. Kondisi ini memengaruhi cara anak membangun relasi ketika dewasa.
"Berayah ada tapi berayah tiada, ada sih orangnya ada di rumah secara fisik tapi secara batin kosong," ujar Vionna.
Ia menilai ayah perlu menjadi sosok yang memberikan ketenangan sekaligus tempat pulang yang aman bagi anak. Bukan figur yang hanya muncul saat ada masalah atau tuntutan.
Kedekatan tidak butuh momen besar. Vionna menyarankan ayah mulai dari komunikasi sederhana tanpa menjadikan anak sebagai objek tuntutan.
Kebiasaan kecil ini yang perlahan membangun rasa percaya anak kepada ayahnya.
Ketua Divisi Sosial dan Ekonomi ALLPIND, Sri Kamalia, menilai kesibukan bekerja tidak seharusnya membuat ayah kehilangan waktu bersama anak. Ia mendorong adanya waktu khusus untuk berbicara dan memahami kondisi anak, terutama saat anak menghadapi persoalan.
"Perhatian kan lebih perlu lagi, untuk anak-anak zaman sekarang apalagi, enggak bisa kita lepas begitu saja, harus ada perhatian khusus kepada anak-anak," kata Sri.
Menurutnya, ayah juga perlu terlibat dalam mendidik anak, bukan hanya menunggu diminta ibu ketika anak menghadapi masalah.
Dalam pengasuhan, Vionna menekankan pentingnya membedakan ketegasan dengan pelampiasan emosi. Disiplin bisa diberikan melalui komunikasi dan intonasi tegas tanpa ancaman.
Ketika ayah melakukan kesalahan, keberanian meminta maaf kepada anak diperlukan untuk membangun hubungan yang sehat. Anak belajar bahwa mengakui kesalahan bukan tanda lemah.
Vionna juga menyoroti pentingnya kesepahaman antara ayah dan ibu dalam mendidik anak. Perbedaan pola asuh perlu dibicarakan agar orang tua tidak saling membatalkan aturan di hadapan anak.
Dengan arahan yang konsisten, anak mendapat kejelasan batasan dan merasa lebih aman dalam keluarga.
Vionna mengingatkan para ayah untuk terus belajar mengenai pengasuhan dan menyelesaikan persoalan pribadi yang bisa terbawa dalam hubungan dengan anak.
Menjadi ayah yang dirindukan bukan berarti harus sempurna. Cukup bersedia hadir, mendengarkan, mengakui kesalahan, dan menjadi teladan bagi anak dalam kehidupan sehari-hari.