Neraca Dagang Internasional Kalsel Surplus Rp19,15 Triliun hingga Juni 2026, Ditopang Ekspor Batu Bara

Penulis: Sofyan Basri  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 18:59:31 WIB
Neraca perdagangan internasional Kalimantan Selatan menembus surplus Rp19,15 triliun hingga Juni 2026, didorong oleh peningkatan ekspor batu bara.

BANJARMASIN — Surplus neraca perdagangan internasional Kalimantan Selatan menembus angka Rp19,15 triliun hingga Juni 2026. Capaian ini meningkat 57,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh lonjakan ekspor batu bara yang masih menjadi komoditas utama daerah.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalsel Catur Ariyanto Widodo mengatakan, penguatan surplus ini menjadi salah satu fondasi utama ketahanan ekonomi Kalsel. “Peningkatan surplus tersebut terutama berasal dari kenaikan ekspor batu bara yang masih menjadi komoditas utama Kalimantan Selatan untuk memenuhi permintaan pasar internasional,” ujarnya di Banjarmasin, Kamis.

Pertumbuhan Ekonomi Kalsel di Atas Rata-Rata Nasional

Sejalan dengan kinerja perdagangan luar negeri yang menguat, perekonomian Kalsel pada triwulan I 2026 tumbuh 5,67 persen secara tahunan (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,61 persen pada periode yang sama.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertambangan berkontribusi 27,12 persen terhadap perekonomian daerah. Sementara itu, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penggerak utama dengan kontribusi 45,05 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Inflasi Kalsel Masih di Atas Nasional, Tanah Laut Tertinggi

Di sisi lain, inflasi tahunan Kalsel pada Juni 2026 tercatat 4,47 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34 persen. Inflasi bulanan mencapai 0,48 persen.

Catur menyebut inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Tanah Laut sebesar 5,27 persen, sedangkan terendah di Kabupaten Kotabaru sebesar 3,74 persen. Komoditas yang paling mempengaruhi inflasi meliputi emas perhiasan, beras, minyak goreng, daging ayam ras, tarif bensin, dan sigaret kretek mesin.

TPID Perkuat Operasi Pasar untuk Jaga Daya Beli

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel terus memperkuat koordinasi melalui operasi pasar, dukungan distribusi pangan, serta langkah pengendalian harga kebutuhan pokok. “Upaya TPID itu diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi Kalimantan Selatan hingga akhir 2026,” ujar Catur.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: kalsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top