KALIMANTAN SELATAN — Samsung akhirnya menyatukan dapur pacu untuk seluruh lini foldable 2026. Galaxy Z Fold 8, Fold 8 Ultra, dan Z Flip 8 sama-sama mengandalkan Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 — bukan lagi campuran Exynos seperti tahun lalu. Hasil benchmark menunjukkan lompatan generasi yang signifikan, terutama pada model lipat yang sebelumnya membawa chip bikinan Samsung sendiri.
Di klaster buku, Z Fold 8 Ultra menjadi penguasa mutlak. Dalam pengujian Geekbench 6, ia menorehkan skor single-core 3.733 dan multi-core 11.457 — tertinggi di antara ketiganya. Angka ini unggul 22,3% untuk single-core dan 17,7% untuk multi-core dibanding pendahulunya, Z Fold 7.
Tak hanya CPU, sektor grafis juga ganas. Lewat 3DMark Wild Life Unlimited, skor 30.980 dengan frame rate rata-rata 185,51 fps membuatnya layak disebut monster gaming foldable. Dibanding Z Fold 7, peningkatan skor mencapai 50,9% dan frame rate naik 49,8%.
Yang paling menarik justru datang dari model clamshell. Z Flip 8 mencetak single-core 3.627 dan multi-core 11.215, naik masing-masing 59% dan 39% dari Z Flip 7 yang masih menggunakan Exynos 2500. Ini bukti betapa besar dampak perpindahan ke chip Snapdragon.
Di pengujian grafis, Z Flip 8 meraih skor 29.723 (177,9 fps), unggul 55,3% dari Z Flip 7. Bahkan ia mengalahkan Z Fold 8 standar (skor 26.608) — menjadikannya opsi menarik untuk pengguna yang menginginkan performa tinggi dalam bentuk ringkas.
Samsung juga membandingkan langsung dengan kompetitor. Z Flip 8 unggul 25,7% di single-core dan 24,9% di multi-core atas Motorola Razr Ultra (2026). Sementara Z Fold 8 Ultra memimpin 37,7% dan 25,4% atas Motorola Razr Fold.
Bahkan jarak dengan Google Pixel 10 Pro Fold sangat timpang: skor single-core 59,3% lebih tinggi dan multi-core 80,9% lebih ganas. Di sektor grafis, Z Fold 8 Ultra mencetak 132,8% lebih tinggi dari Pixel 10 Pro Fold — menunjukkan dominasi absolut Samsung di segmen foldable tahun ini.
Samsung membuka preorder dengan potongan hingga $1.200 (sekitar Rp19,8 juta) untuk Z Fold 8 dan Z Flip 8 dengan tukar tambah. Untuk Z Fold 8 Ultra, Amazon memberikan bonus gift card $350 jika preorder. Harga resmi untuk Indonesia belum diumumkan, namun biasanya selisih tidak terlalu jauh dari harga global.
Jika performa adalah prioritas utama dan budget bukan masalah, Galaxy Z Fold 8 Ultra adalah pilihan tanpa kompromi. Untuk yang menginginkan kekuatan setara dalam genggaman ringkas, Galaxy Z Flip 8 menawarkan nilai lebih karena lompatan performa besar dari generasi sebelumnya. Galaxy Z Fold 8 standar tetap menjadi workhorse yang solid, meski sedikit tertinggal dari dua saudaranya dalam benchmark.
Yang jelas, keputusan Samsung menyatukan chip Snapdragon di semua model menjadi game changer — foldable 2026 bukan lagi soal bentuk, tapi soal performa yang merata di setiap varian.