KALIMANTAN SELATAN — Penggemar Galaxy Z Fold yang terbiasa memesan lebih awal untuk mendapatkan kapasitas penyimpanan ekstra gratis harus menyesuaikan ekspektasi tahun ini. Samsung memutuskan untuk tidak memberikan upgrade penyimpanan cuma-cuma dari 256GB ke 512GB pada masa pre-order Galaxy Z Fold 8 series. Kebijakan ini sudah terlihat saat halaman pre-order resmi dibuka, di mana varian 512GB dibanderol USD 200 lebih mahal dari varian dasar.
Keputusan Samsung menghentikan free storage upgrade bukan tanpa alasan. Laporan dari industri semikonduktor menyebutkan bahwa krisis pasokan RAM dan komponen memori global masih berlangsung hingga kuartal ketiga 2026. Kondisi ini memaksa Samsung untuk menerapkan inisiatif penjualan yang lebih ketat tahun ini.
Beberapa sumber yang dirilis pada Juli lalu sempat memperkirakan Samsung akan mempertahankan bonus pre-order, namun hanya terbatas untuk model 256GB. Kenyataannya, tidak ada satu pun varian yang mendapatkan upgrade gratis, baik Fold 8 biasa maupun Fold 8 Ultra.
Meski bonus storage dihapus, Samsung tetap memberikan kompensasi lewat program tukar tambah (trade-in) yang nilainya meningkat signifikan. Perusahaan menawarkan estimasi trade-in hingga USD 1.200 (sekitar Rp 19,8 juta) untuk flagship seperti Galaxy S26 Ultra. Pengguna juga bisa mendapatkan potongan tambahan USD 100 (sekitar Rp 1,65 juta) dengan kode promo "PAYPAL100" saat checkout.
Bagi pemilik Galaxy Z Fold 7, nilai tukar tambahnya sama besarnya. Jika Anda membeli Fold 7 tahun lalu dengan harga pre-order yang lebih murah, opsi trade-in ini tetap masuk akal secara finansial.
Tanpa upgrade gratis, struktur harga Galaxy Z Fold 8 kembali ke pola tradisional. Varian 256GB dibanderol USD 1.899 (sekitar Rp 31,3 juta), sedangkan 512GB seharga USD 2.099 (sekitar Rp 34,6 juta). Galaxy Z Fold 8 Ultra yang hanya tersedia di satu varian penyimpanan dibanderol USD 2.099 (sekitar Rp 34,6 juta).
Namun, dengan memanfaatkan trade-in, harga Galaxy Z Fold 8 varian 256GB bisa turun drastis menjadi USD 699 (sekitar Rp 11,5 juta). Untuk varian 512GB, harganya menjadi USD 899 (sekitar Rp 14,8 juta). Bagi yang tidak memiliki perangkat untuk ditukar, Samsung tetap memberikan kredit toko yang bisa digunakan untuk pembelian aksesori atau perangkat lain.
Galaxy Z Fold 8 hadir dengan desain baru yang disebut-sebut sebagai penyegaran paling signifikan untuk lini foldable Samsung. Lipatan layar (display crease) disebut mengalami perbaikan besar — kabar baik bagi yang terganggu dengan garis lipatan di model sebelumnya.
Di sisi lain, Fold 8 biasa tidak dibekali kamera ketiga. Fitur itu hanya eksklusif untuk varian Ultra yang harganya lebih tinggi. Bagi pengguna yang mengutamakan fotografi, varian Ultra mungkin menjadi pilihan yang lebih tepat meski harus merogoh kocek lebih dalam.
Galaxy Z Fold 8 dan Fold 8 Ultra kini sudah bisa dipesan. Bagi pengguna yang sudah memiliki perangkat flagship Samsung dengan nilai tukar tinggi, program trade-in tahun ini bisa menjadi jalan terbaik untuk mendapatkan harga yang kompetitif meski tanpa bonus storage gratis.