KALIMANTAN SELATAN — IPVanish resmi meluncurkan klien Windows terbaru yang mengusung High-Speed Mode, implementasi dari teknologi OpenVPN Data Channel Offload (DCO). Pembaruan ini menjawab kelemahan utama protokol OpenVPN yang selama ini dikenal lambat dibandingkan WireGuard. Alih-alih mengganti protokol, IPVanish memindahkan proses enkripsi berat dari aplikasi ke inti sistem operasi Windows, mengurangi latensi dan beban CPU tanpa mengorbankan keamanan.
Secara teknis, OpenVPN standar memindahkan data bolak-balik antara aplikasi VPN dan sistem operasi — setiap perpindahan memakan waktu. DCO memangkas jumlah perhentian itu dengan menjaga saluran data tetap dekat dengan lapisan jaringan Windows. Hasilnya, lalu lintas terenkripsi bergerak lebih cepat.
IPVanish juga mengganti cipher dari AES-256-CBC ke AES-256-GCM. Perubahan ini diklaim memangkas waktu koneksi ke server hingga 32%.
IPVanish menguji server di New York, London, Berlin, dan Tokyo — tiga kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Rata-rata peningkatan kecepatan unduh mencapai 131% pada protokol TCP dan 196% pada UDP. Sementara itu, kecepatan unggah naik 34% (TCP) dan 101% (UDP).
"IPVanish sudah dikenal menawarkan kecepatan VPN yang tinggi, dan hari ini kami menaikkan standar untuk OpenVPN di Windows," ujar Subbu Sthanu, General Manager Consumer Cybersecurity di IPVanish. Ia menambahkan bahwa pengguna yang suka streaming, bermain game, atau bekerja jarak jauh akan merasakan perbedaannya.
Fitur ini bisa diaktifkan dengan memperbarui aplikasi IPVanish di Windows, lalu masuk ke tab Settings dan pilih protokol OpenVPN. Namun, ada satu kelemahan: High-Speed Mode tidak kompatibel dengan OpenVPN Scramble — fitur obfuscation yang menyamarkan lalu lintas VPN agar bisa menembus jaringan yang memblokir VPN.
Jika Anda mengaktifkan salah satu, fitur lainnya otomatis mati. Bagi pengguna yang terhubung dari kantor, sekolah, atau negara dengan sensor internet ketat, Scramble mungkin lebih penting daripada kecepatan tambahan.
IPVanish bukan satu-satunya. ExpressVPN termasuk yang pertama meluncurkan OpenVPN DCO pada Maret 2025, mengklaim lonjakan performa UDP hingga 2.000%. Windscribe juga menambahkan DCO di Windows bersamaan dengan ExpressVPN, dan baru-baru ini memperluasnya ke Linux. Norton VPN menyusul pada September 2025 dengan klaim kecepatan dua kali lipat dan latensi 15% lebih rendah.
Surfshark, NordVPN, dan PrivadoVPN juga menyertakan adaptor DCO di klien Windows mereka. Meski begitu, daftar penyedia yang mendukung teknologi ini masih pendek — mayoritas lebih memilih WireGuard sebagai protokol utama.
Pengguna Windows yang menginginkan kecepatan OpenVPN lebih tinggi tanpa harus beralih ke WireGuard jelas akan diuntungkan. Namun, fitur ini hanya tersedia di Windows — IPVanish mengonfirmasi bahwa DCO tidak bisa dijalankan di macOS, iOS, atau Android karena sistem operasi tersebut memiliki kernel yang terkunci.
Jika Anda pengguna IPVanish di Windows dan tidak membutuhkan Scramble, mengaktifkan High-Speed Mode adalah langkah yang layak dicoba. Tapi jika koneksi Anda sering terblokir, tetap pertahankan Scramble — kecepatan bisa dikorbankan demi akses yang stabil.