Banjarmasin dan sekitarnya punya tradisi literasi yang cukup kuat. Tapi jangan bayangkan perpustakaan sunyi penuh debu. Beberapa tempat baca di sini justru ramai dikunjungi anak muda dan wisatawan, baik untuk sekadar membaca, mengerjakan tugas, atau mencari ketenangan di tengah hiruk-pikuk kota.
Dari pengalaman beberapa kali mampir ke berbagai sudut baca di Kalimantan Selatan, saya catat tujuh tempat yang layak masuk daftar kunjungan. Bukan cuma soal koleksi buku, tapi juga suasananya.
1. Perpustakaan Daerah Kalimantan Selatan di Banjarbaru
Letaknya di kompleks perkantoran di Banjarbaru. Gedung ini cukup luas dengan beberapa lantai. Koleksinya lumayan lengkap, dari buku daerah hingga literatur nasional. Suasananya tenang, cocok untuk membaca serius atau riset.
Tips: datang pagi hari kalau ingin dapat tempat duduk di area jendela. Sore hari biasanya lebih ramai karena banyak pelajar.
2. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kawasan Pasar Terapung
Beberapa TBM di sekitar kawasan Pasar Terapung Muara Kuin punya konsep unik. Buku-buku disusun di rak bambu, pengunjung bisa baca sambil duduk di lesehan. Tempat ini biasanya dikelola komunitas literasi setempat. Koleksinya terbatas, tapi suasananya autentik.
Yang menarik, beberapa TBM ini buka di akhir pekan. Cocok untuk wisatawan yang ingin merasakan suasana baca di tepian sungai.
3. Pojok Baca di Taman Siring Banjarmasin
Taman Siring 0 Kilometer punya area baca kecil di salah satu sudutnya. Tempatnya terbuka, ada meja dan kursi kayu. Pengunjung bisa membaca sambil melihat aktivitas sungai. Koleksinya tidak banyak — lebih ke majalah dan buku ringan — tapi cukup untuk bersantai sejam dua jam.
Lokasinya strategis, dekat dengan pusat jajanan. Jadi setelah membaca, bisa langsung jalan kaki ke area kuliner.
4. Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Meski perpustakaan kampus, tempat ini terbuka untuk umum dengan prosedur tertentu. Koleksinya paling lengkap untuk buku-buku akademik dan referensi daerah. Suasananya sangat tenang, khas perpustakaan universitas. Banyak mahasiswa dari luar kampus juga datang ke sini.
Kalau ingin akses ke ruang baca utama, siapkan KTP untuk registrasi tamu. Jam operasionalnya mengikuti kalender akademik, jadi cek dulu sebelum datang.
5. Kedai Baca di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin
Beberapa kedai kopi di sepanjang Jalan Ahmad Yani menyediakan rak buku kecil untuk pengunjung. Konsepnya: beli minuman, bisa baca buku sepuasnya. Koleksinya biasanya buku bekas atau sumbangan pengunjung. Tempat ini ramai di malam hari, terutama akhir pekan.
Suasananya lebih santai dibanding perpustakaan resmi. Cocok untuk yang ingin membaca sambil ngopi.
6. Taman Baca Komunitas di Martapura
Di Martapura, ada beberapa taman baca yang dikelola komunitas. Salah satunya berada di dekat pusat kota, buka setiap hari kecuali hari libur besar. Tempatnya sederhana, tapi koleksi bukunya cukup variatif: dari novel hingga buku agama. Pengelolanya ramah dan sering mengadakan diskusi buku kecil-kecilan.
Aksesnya mudah dari Jalan Ahmad Yani Martapura. Cukup tanya ke warga sekitar, mereka tahu lokasinya.
7. Perpustakaan Keliling di Beberapa Titik Kota
Pemerintah kota Banjarmasin dan Banjarbaru mengoperasikan perpustakaan keliling. Jadwalnya berpindah-pindah: kadang di alun-alun, kadang di pasar tradisional. Mobil perpustakaan ini berhenti di satu titik selama beberapa jam. Koleksinya terbatas, tapi cukup untuk anak-anak dan remaja.
Cara termudah mengetahui jadwal: tanya ke Dinas Perpustakaan setempat atau lihat pengumuman di media sosial resmi mereka.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apakah semua perpustakaan di Kalimantan Selatan gratis?
Sebagian besar perpustakaan daerah dan TBM gratis. Untuk perpustakaan universitas, mungkin ada biaya registrasi tamu yang nominalnya tidak besar. Pastikan konfirmasi langsung ke tempatnya.
2. Kapan waktu terbaik berkunjung ke perpustakaan umum?
Pagi hari sekitar pukul 08.00-10.00 biasanya sepi. Hindari akhir pekan jika ingin suasana tenang, karena banyak pengunjung.
3. Apakah ada tempat baca yang buka 24 jam?
Sampai saat ini belum ada perpustakaan umum yang buka 24 jam di Kalimantan Selatan. Beberapa kedai baca mungkin buka hingga malam, tapi bukan 24 jam.
4. Bolehkah meminjam buku dari perpustakaan daerah?
Bisa, dengan syarat menjadi anggota. Prosesnya biasanya cukup dengan KTP dan pas foto. Lama peminjaman bervariasi, umumnya 7-14 hari.
5. Apakah ada tempat baca yang ramah untuk anak-anak?
Perpustakaan daerah dan beberapa TBM memiliki sudut khusus anak dengan buku bergambar dan tempat duduk rendah. Taman Siring juga cukup ramah anak karena area terbuka.
Kalimantan Selatan punya beberapa pilihan tempat baca yang cukup beragam. Dari perpustakaan resmi hingga sudut baca komunitas, masing-masing punya kelebihan. Kuncinya: sesuaikan dengan kebutuhan. Kalau butuh ketenangan untuk riset, perpustakaan daerah atau kampus adalah pilihan. Kalau sekadar santai sambil ngopi, kedai baca di Jalan Ahmad Yani bisa jadi alternatif. Yang pasti, sebelum berangkat, cek jam operasional terbaru — karena jadwal bisa berubah tanpa pemberitahuan luas.