Jakarta — Prestasi gemilang datang dari Anjungan Provinsi Kalimantan Selatan di Taman Mini Indonesia Indah. Penghargaan Pradana Nitya Budaya TMII Awards 2026 untuk kategori resolusi terbaik diterima Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Ariadi Noor. Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon langsung menyerahkan penghargaan tersebut pada Gelaran Puncak HUT ke-51 TMII.
Tim penilai mengevaluasi 13 anjungan daerah nominan yang tersebar di berbagai provinsi. Anjungan Kalimantan Selatan unggul kompetitif berkat konsistensi dalam enam aspek pengelolaan: revitalisasi fisik dan fungsi anjungan sebagai etalase budaya, peningkatan tata kelola manajemen serta pelayanan publik, aktivasi anjungan melalui kegiatan seni budaya yang kreatif dan berkelanjutan, penguatan narasi budaya dan edukasi, kolaborasi dengan komunitas, serta pemanfaatan teknologi dalam pelestarian budaya.
Selain itu, anjungan Kalimantan Selatan dinilai mampu menghadirkan pengalaman budaya yang autentik dan berkesan bagi pengunjung. Pengelolanya juga berhasil menjadikan anjungan sebagai pusat aktivitas kreatif sekaligus wadah pengembangan potensi daerah yang berkelanjutan.
Pencapaian ini bukan yang pertama kali bagi Kalimantan Selatan. Provinsi ini telah mempertahankan gelar penghargaan sejenis pada tahun 2025, menunjukkan komitmen berkelanjutan dari pemerintah daerah dalam mengelola dan mempromosikan budaya lokal. Posisi kedua pada ajang 2026 diraih oleh Bali, sementara Jawa Tengah menempati peringkat ketiga. Sertifikat terbaik diberikan kepada Sumatra Barat dan Sulawesi Barat, sedangkan kategori resolusi terbaik lainnya diraih oleh Jawa Timur.
Ariadi Noor menyampaikan pesan Gubernur H. Muhidin bahwa penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak—pemerintah daerah, pengelola anjungan, hingga pelaku seni dan budaya. "Ini adalah kebanggaan bagi kita semua. Bapak Gubernur Muhidin berpesan agar prestasi ini terus dijaga dan ditingkatkan. Jangan cepat puas, tetapi jadikan ini sebagai dorongan untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi daerah," ungkapnya.
Gubernur menekankan bahwa keberhasilan harus menjadi pemicu semangat untuk meningkatkan kualitas pengelolaan anjungan tanpa berhenti. Seluruh jajaran dihimbau untuk terus berinovasi dalam menampilkan kekayaan budaya daerah agar tetap relevan dan menarik bagi generasi muda.
Pemerintah Provinsi Kalsel berkomitmen memperkuat peran anjungan tidak hanya sebagai ruang pamer, tetapi juga sebagai pusat promosi budaya sekaligus etalase potensi daerah, termasuk sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Strategi ini melibatkan pertunjukan seni, pameran produk unggulan, serta kolaborasi lintas komunitas yang hidup dan interaktif.
Ariadi menambahkan, dengan dukungan semua pihak dan semangat pelestarian budaya yang kuat, Provinsi Kalimantan Selatan akan terus mampu bersaing di tingkat nasional. "Penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan pemicu untuk terus berbenah dan berinovasi. Kami ingin memastikan budaya Kalsel tetap hidup, berkembang, dan semakin dicintai generasi muda," tegasnya.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam sambutannya menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan instrumen untuk mendorong inovasi dan meningkatkan kinerja pengelolaan anjungan daerah di seluruh Indonesia.