KALIMANTAN SELATAN — Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali erupsi pada Minggu (18/10/2026) pukul 08.39 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Level II Waspada dan melarang aktivitas warga maupun wisatawan dalam radius 2 kilometer dari kawah. Dalam sepekan terakhir, gunung setinggi 1.825 meter di atas permukaan laut ini tercatat erupsi 51 kali.
Erupsi terbaru terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 63 detik. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah utara, mengikuti bukaan kawah aktif di sisi utara gunung.
Laporan aktivitas MAGMA Indonesia mencatat pengamatan kegempaan sepanjang 18 Oktober 2026 pukul 00.00-23.59 WIT. Terjadi 86 kali gempa letusan dengan amplitudo 15-28 milimeter dan lama gempa 34-102 detik.
Selain gempa letusan, petugas mencatat 2 kali gempa guguran beramplitudo 10 milimeter serta 1 kali gempa hembusan beramplitudo 15 milimeter. Rentetan gempa ini yang membuat PVMBG mempertahankan status Waspada.
Zona Terlarang dan Perluasan Sektoral
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung atau wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah. Aturan ini berlaku tanpa pengecualian, termasuk untuk pendakian dan fotografi lanskap.
Ada perluasan sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif. Warga yang bermukim atau melintas di sektor utara diminta lebih waspada terhadap arah sebaran abu.
Apa Arti Status Waspada bagi Traveler
Level II Waspada bukan berarti gunung aman dikunjungi. Status ini menandakan aktivitas vulkanik masih berlangsung dan bisa meningkat kapan saja, sehingga jalur pendakian serta area pandang di sekitar kawah sebaiknya dihindari.
Bagi traveler yang sedang merencanakan perjalanan ke Halmahera Barat, pantau terus informasi resmi dari PVMBG melalui aplikasi MAGMA Indonesia. Kondisi bisa berubah cepat, terutama karena frekuensi erupsi Gunung Ibu tergolong tinggi.
Wisatawan yang tetap berada di kawasan sekitar disarankan menyiapkan masker untuk mengantisipasi sebaran abu, terutama saat arah angin berubah ke permukiman. Informasi terkini soal akses jalan dan jalur evakuasi dapat dikonfirmasi ke BPBD setempat.
Gunung Ibu di Antara Gunung Paling Aktif Indonesia
Sepanjang tahun 2026, MAGMA Indonesia merekam 5.170 letusan gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur memimpin dengan 2.011 letusan, disusul Gunung Ibu dengan 1.747 letusan.
Angka itu menempatkan Gunung Ibu sebagai salah satu gunung paling aktif di Indonesia tahun ini. Letusan yang terjadi berulang dalam hitungan hari membuat kawasan puncak terus tertutup untuk aktivitas manusia.
Untuk kunjungan wisata ke Maluku Utara, traveler sebaiknya memilih destinasi yang jauh dari zona bahaya dan memastikan jadwal penerbangan tidak terganggu sebaran abu vulkanik. Durasi ideal menjelajah kawasan ini minimal tiga hari, dengan rencana perjalanan yang fleksibel mengikuti perkembangan aktivitas gunung.