BANJARBARU — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar dalam APBD 2027 untuk membebaskan lahan proyek Jalan Lintas Tengah yang menghubungkan Kabupaten Banjar dan Tapin. Kepala Dinas PUPR Kalsel, Yasin Toyib, menargetkan lahan dari Kecamatan Mataraman hingga Binuang sudah clean and clear pada September tahun yang sama. Proyek ini masuk dalam tahapan perizinan setelah surat Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) untuk dua kabupaten tersebut resmi terbit.
Izin KKPR Terbit, Tim Teknis Susun Dokumen Pertanahan
Setelah perizinan KKPR untuk Banjar dan Tapin keluar, proses pembangunan Jalan Lintas Tengah kini berlanjut ke tahap penyusunan dokumen pertanahan. Dokumen ini menjadi dasar penetapan lokasi proyek sekaligus proses pembebasan lahan.
“Izin KKPR untuk Banjar dan Tapin telah resmi keluar,” kata Yasin Toyib dalam keterangannya, baru-baru ini.
Target Penlok Oktober 2026, Pengajuan ke BPN Januari 2027
Dinas PUPR Kalsel menargetkan penetapan lokasi (penlok) pembebasan lahan dapat terbit pada Oktober mendatang. Setelah itu, pengajuan pembebasan lahan ke Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) direncanakan pada awal Januari 2027.
“Target kami di Oktober penlok sudah keluar. Sehingga awal Januari kami sudah bisa mengajukan pembebasan lahannya ke Kanwil Pertanahan,” ungkap Yasin.
Proses Pembebasan Lahan Butuh Tujuh Bulan
Berdasarkan koordinasi dengan Kanwil Pertanahan, proses pembebasan lahan memerlukan waktu sekitar tujuh bulan. Jika berjalan sesuai target, lahan dari Kecamatan Mataraman hingga wilayah Binuang akan selesai pada September 2027.
“Mudah-mudahan September sudah bisa clear lahan sampai ke Binuang,” harapnya.
Pekerjaan Fisik Dimulai 2027, Bertahap Hingga 2030
Setelah pembebasan lahan rampung, pekerjaan fisik jalan direncanakan mulai dikerjakan pada anggaran perubahan 2027. Proyek akan dilanjutkan secara bertahap hingga tahun 2029–2030.
“Semoga proyek menjadi salah satu infrastruktur strategis yang memperkuat konektivitas antarwilayah di Kalsel, khususnya antara kawasan Banjar dan Tapin,” tutup Yasin.