BANJARMASIN — Keyakinan bahwa bulan Shafar membawa kesialan masih mengakar di sebagian masyarakat Indonesia. Ustadz Muhammad Hilal, dalam ceramah Subuh di Masjid Al Falah, Komplek Bumi Pemurus Permai, Banjarmasin Selatan, Senin lalu, membantah keras anggapan tersebut.
"Sebagaimana Hadits Rasulullah Muhammad SAW, bahwa Shafar merupakan bulan keberkatan," ujar ustadz asal Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), yang kini tinggal di Tatah Pemangkih, Banjarmasin.
Menurutnya, bagi orang beriman, tidak ada bulan yang buruk. Semua waktu adalah baik selama diisi dengan amal saleh dan ketaatan kepada Allah.
Mengapa Masyarakat Masih Percaya Mitos Bulan Sial?
Stigma negatif terhadap bulan Shafar, menurut Ustadz Hilal, berasal dari tradisi jahiliyah yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Ia mengingatkan jamaah untuk tidak terjebak pada keyakinan yang justru menjauhkan dari rasa tawakal.
"Bagi orang beriman, bahwa Shafar itu baik," tegasnya mengutip hadits Rasulullah SAW.
Ayat Kursi: Perbendaharaan di Bawah Arsy
Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Hilal mengupas keutamaan Ayat Kursi (QS Al-Baqarah: 255). Ia menyebut ayat ini memiliki lima dimensi utama: pembuka, keberkahan, suci atau ampuh, tauhid, dan kesandaran.
"Rasulullah SAW sendiri menyatakan, bahwa ayat Kursi merupakan perbendaharaan di bawah Arsy," jelasnya di hadapan jamaah.
Ampuh sebagai Penangkal Kejahatan
Salah satu keutamaan yang disorot adalah fungsi Ayat Kursi sebagai benteng perlindungan. Ustadz Hilal memberikan contoh konkret penggunaannya untuk menangkal dan mencegah kejahatan.
"Kemudian contoh tauhid, dalam ayat Kursi tersebut ada kalimat 'la illaha' (sebuah pengakuan/pernyataan bahwasanya tiada tuhan lain kecuali Allah)," paparnya.
Amalan Sebelum Tidur dan Bepergian
Ustadz Hilal menganjurkan jamaah untuk membiasakan membaca Ayat Kursi sebelum melakukan aktivitas penting. Dua momen yang paling ditekankan adalah saat hendak tidur dan sebelum melakukan perjalanan.
"Pada setiap kesempatan untuk kebaikan atau melakukan sesuatu seperti mau tidur dan melakukan perjalanan sebaiknya baca ayat Kursi terlebih dahulu, semoga mendapat perlindungan dan keselamatan," demikian M Hilal mengakhiri tausyiahnya.