KALIMANTAN SELATAN — Yamal menjadi salah satu dari dua pemain yang absen dalam latihan di fasilitas New York Red Bulls. Ia ditemani bek Tottenham Hotspur, Pedro Porro, yang juga tidak ambil bagian dalam sesi tersebut. Spanyol baru tiba di New Jersey sehari setelah menaklukkan Prancis di babak semifinal, Selasa lalu.
Manajemen Beban Kerja, Bukan Cedera Serius
Pelatih Luis de la Fuente dengan cepat meredakan kekhawatiran publik. Ia menegaskan bahwa absennya Yamal murni bagian dari strategi pemulihan. "Ini soal mengelola beban kerja para pemain," lapor jurnalis Juan Jimenez dari AS.
De la Fuente menjelaskan bahwa Porro mengalami kekencangan otot. Sementara itu, kondisi Yamal disebutnya "baik-baik saja". Efek dari duel keras melawan bek Prancis, Lucas Digne dan Theo Hernandez, disebut sebagai penyebab utama rasa pegal yang dirasakan pemain nomor 19 itu. "Rasa sakit yang wajar setelah tekel-tekel keras. Tujuannya agar Yamal, seperti semua pemain, bisa kembali segar," tambah De la Fuente.
Peran Krusial Yamal di Skuad Matador
Yamal dipastikan tetap menjadi starter di laga final. Ia sudah membuktikan diri sebagai motor serangan Spanyol sepanjang turnamen. Pemain yang masuk dalam daftar pemain remaja paling menarik versi FourFourTwo ini memulai debutnya di bawah De la Fuente pada September 2023, saat usianya baru 16 tahun.
Ia menjadi bintang kala Spanyol menjuarai Piala Eropa 2024. Di Piala Dunia kali ini, performanya tak kalah mentereng. Setelah hanya menjadi pemain pengganti di laga pembuka kontra Cape Verde, Yamal mencetak gol perdananya di Piala Dunia saat melawan Arab Saudi. Sejak saat itu, ia menjadi starter dalam tujuh kemenangan beruntun Spanyol, termasuk saat menyingkirkan Austria, Portugal, Belgia, dan Prancis.
Kebugaran Yamal Jadi Kunci Hadapi Argentina
Kedatangan Yamal di Piala Dunia sebenarnya diiringi catatan cedera. Ia melewatkan enam pertandingan terakhir Barcelona di La Liga musim lalu akibat masalah otot. Spanyol pun dengan hati-hati memanajemen menit bermainnya di fase grup.
Kini, dengan skuad yang diperkirakan penuh kekuatan, De la Fuente bisa bernapas lega. Spanyol melaju ke final tanpa banyak hambatan. Satu-satunya gol yang mereka kebobolan sepanjang turnamen terjadi saat melawan Belgia di perempat final. "Kami akan merencanakan hal yang sama pada hari Minggu," ujar De la Fuente, mengisyaratkan taktik agresif untuk menjegal Argentina.