TABALONG — Kenaikan harga Pertamax mendorong Dinas Perhubungan Tabalong mencari cara agar biaya operasional 53 unit mobil angkutan pelajar tetap terkendali. Kepala Bidang Angkutan dan Multimoda Dishub Tabalong, Makarius Djatmiko, menyebut pihaknya akan memanggil para pengemudi untuk membahas solusi efisiensi bahan bakar.
“Kami masih mencoba menghitung operasional unit kami. Dalam waktu dekat kami akan memanggil driver kami untuk mencoba mencari solusi bagaimana dengan kondisi yang ada ini. BBM saat ini naik, kita akan mencarikan jalan pemecahannya,” ujar Makarius kepada TV Tabalong.
Efisiensi Tanpa Mengorbankan Jam Operasional
Langkah pertama yang dilakukan Dishub Tabalong adalah mengatur ulang penggunaan kendaraan agar lebih efisien. Pembinaan kepada para pengemudi juga digencarkan, terutama dalam hal teknik mengemudi hemat BBM tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
“Kami berupaya menjaga kualitas pelayanan agar tidak berkurang meskipun biaya operasional meningkat,” tambah Makarius.
Permintaan Meningkat di Tahun Ajaran Baru
Memasuki tahun ajaran baru, permintaan terhadap layanan angkutan gratis ini meningkat. Dishub Tabalong mengoperasikan 53 unit mobil APV sebagai armada utama, ditambah lima unit kendaraan cadangan yang siap diterjunkan jika diperlukan. Semua armada melayani berbagai rute menuju sekolah di seluruh kecamatan di Tabalong.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, dinas menegaskan komitmennya untuk tetap mengutamakan kepentingan pelajar. Program ini dinilai strategis untuk memastikan tidak ada siswa yang terkendala akses ke sekolah hanya karena masalah transportasi.
Harapan Agar Pelajar Tetap Terlayani
Dishub Tabalong berharap dukungan dari para pengemudi dan masyarakat dapat menjaga keberlangsungan program ini. Dengan pelayanan yang tetap optimal, pemerintah daerah ingin memastikan pelajar di Tabalong bisa berangkat dan pulang sekolah dengan aman, nyaman, dan tanpa biaya.
“Dengan adanya permintaan masyarakat, khususnya anak-anak pelajar di tahun ajaran yang baru ini, kami akan mencarikan jalan pemecahannya kepada driver kami supaya pelayanan angkutan pelajar dan penambahan kuota yang ada bisa kita layani,” pungkas Makarius.