TANJUNG — Rapat koordinasi di Kantor BPKAD Tabalong itu dihadiri sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait serta perwakilan dua perusahaan, yakni PT Tanjung Power Indonesia (TPI) dan PT Makmur Sejahtera Wisesa (MSW). Keduanya merupakan perusahaan pembangkit listrik yang beroperasi di wilayah tersebut.
Pemkab Tabalong menargetkan daerah itu menjadi salah satu tujuan kunjungan masyarakat di kawasan Banua Enam. Dukungan datang dari sejumlah rencana pembangunan, termasuk pengoperasian Bandara Warukin pada 2027 dan pembangunan gedung Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Tabalong.
Pengembangan ruang terbuka hijau ditempatkan sebagai bagian dari penataan kawasan perkotaan. Pemkab menilai aset pemerintah yang sudah dibangun perlu dilengkapi ruang hijau dan pencahayaan yang menarik.
"Kita ingin memberikan keramahan dan kenyamanan di perkotaan Tabalong. Pengembangan RTH tentu membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari dunia usaha," ujar Noor Rifani.
Dua pembangkit listrik di wilayah itu diharapkan ikut mendukung lewat pengembangan pencahayaan di fasilitas publik. Sasaran awalnya mencakup RTH, median jalan, dan sejumlah lokasi strategis lainnya.
Tabalong dikenal sebagai daerah penghasil minyak dan gas serta batu bara. Keberadaan perusahaan pembangkit listrik dinilai memperkuat konsep pencahayaan yang ingin dibangun.
"Cahaya Borneo nantinya diharapkan menjadi branding Tabalong. Ketika orang datang ke Tabalong, mereka bisa melihat bahwa pencahayaan di Tabalong luar biasa," kata Noor Rifani.
Sejumlah fasilitas publik dinilai punya potensi dikembangkan dengan konsep tersebut. Di antaranya area permainan air mancur, pertunjukan laser cahaya, Tanjung Bersinar Park, Tanjung Expo Center, dan Taman Tabalong SMaRT.
Pengembangan wisata malam menjadi arah yang dibidik dari program ini. Fasilitas publik yang sudah ada akan ditata agar menarik kunjungan pada malam hari, bukan hanya berfungsi sebagai ruang terbuka biasa.
Pemkab berharap penataan RTH dan fasilitas publik memberi ruang nyaman bagi warga setempat. Di sisi lain, program ini diharapkan menarik wisatawan dari luar daerah untuk datang ke Tabalong.
Belum ada keterangan soal besaran anggaran maupun jadwal tahapan program. Pemkab masih menempuh tahap koordinasi dengan dunia usaha sebelum merinci bentuk dukungan masing-masing pihak.