Asisten I Setda Kotabaru Sebut Sinergi Ulama dan Umara Kunci Kotabaru Maju dan Berkah

Penulis: Reza Maulana  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 13:30:01 WIB
Asisten I Setda Kotabaru H. Minggu Basuki membuka sosialisasi hasil Bahtsul Masail LBM NU Kotabaru di Kecamatan Pulau Laut Sigam.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kotabaru, Kalimantan Selatan, H. Minggu Basuki, menegaskan sinergi ulama dan umara sebagai kunci mewujudkan Kotabaru yang maju dan penuh keberkahan. Penegasan itu disampaikan saat membuka sosialisasi hasil Bahtsul Masail Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama Kabupaten Kotabaru di Kecamatan Pulau Laut Sigam. Pemerintah daerah menyebut pembangunan spiritual dan mental keagamaan sama pentingnya dengan pembangunan fisik dan ekonomi.

KOTABARU — Pemerintah Kabupaten Kotabaru menilai kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan unsur masyarakat menjadi fondasi dalam menangani berbagai persoalan sosial yang berkembang di daerah kepulauan itu. Sosialisasi hasil Bahtsul Masail yang digelar LBM NU Kabupaten Kotabaru menjadi bagian dari upaya menyampaikan pembahasan persoalan hukum Islam kontemporer kepada masyarakat luas.

Minggu Basuki menyatakan pemerintah daerah menyadari bahwa pembangunan bukan hanya menyangkut fisik dan ekonomi semata. "Pemerintah daerah menyadari bahwa pembangunan bukan hanya menyangkut pembangunan fisik dan ekonomi semata, tetapi juga pembangunan spiritual dan mental keagamaan masyarakat," katanya saat membuka kegiatan tersebut.

Hasil Bahtsul Masail Dibahas Bertahap di Empat Kecamatan

Sosialisasi hasil Bahtsul Masail direncanakan berlangsung secara bertahap di beberapa kecamatan. Selain Pulau Laut Sigam sebagai lokasi pembuka, kegiatan menyasar Desa Tj. Lalak di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kecamatan Kelumpang Hilir, dan Kecamatan Pamukan Barat.

Pada sosialisasi kali ini, materi yang dibahas meliputi hukum jual beli dengan transaksi online serta hukum profesi broker atau makelar dalam perdagangan berjangka komoditi. Pembahasan tersebut menjadi respons keilmuan terhadap perkembangan transaksi ekonomi modern yang semakin beragam.

Dua Persoalan Sosial yang Disorot Pemda

Pemerintah daerah menekankan pentingnya kolaborasi dalam menangani persoalan sosial, termasuk pelayanan kesehatan masyarakat dan pencegahan perkawinan usia anak. Berbagai program pemerintah dinilai perlu disinergikan hingga tingkat kecamatan dan desa agar pelaksanaannya menjangkau masyarakat secara optimal.

Minggu Basuki menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bagian dari tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama. Menurutnya, NU memiliki peran penting dalam menjawab persoalan umat.

Bupati Kotabaru berharap hasil keputusan Bahtsul Masail dapat disosialisasikan secara luas sehingga dipahami dengan baik oleh masyarakat. Hasil itu diharapkan menjadi acuan dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan.

NU Perluas Jangkauan Edukasi ke Wilayah Kepulauan

Ketua LBM NU Kabupaten Kotabaru, Ustaz Abdul Rahim, berterima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan itu menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga dan mengembangkan khazanah keilmuan Islam.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kotabaru yang juga Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kotabaru, KH Nur Zazin, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan implementasi program kerja Nahdlatul Ulama. Tujuannya lebih mendekatkan organisasi dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.

Sinergi pemerintah daerah dan ulama diharapkan terus terjalin dalam memperkuat kehidupan keagamaan, menjaga kemaslahatan umat, serta mendukung terwujudnya Kotabaru Hebat.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: kalsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top