Kabut Asap Selimuti Banjarmasin dan 4 Kabupaten di Kalsel, BMKG Peringatkan Kekeringan Awas di 6 Daerah

Penulis: Sofyan Basri  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 07:47:31 WIB
Kabut asap menyelimuti Banjarmasin dan empat kabupaten di Kalsel pada pagi hari.

BANJARMASIN — Udara kabur akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti hampir seluruh wilayah Kalsel sejak pagi. Istilah udara kabur dipakai BMKG untuk menggambarkan langit yang tampak buram atau keputihan karena jarak pandang menurun.

Selain lima daerah yang berkabut asap, sejumlah wilayah lain dilaporkan mengalami kondisi serupa dengan intensitas lebih ringan. Pada siang hari, cuaca Kalsel diperkirakan berangsur cerah berawan.

Suhu Maksimum Sentuh 37 Derajat Celsius

BMKG memperkirakan suhu maksimum di Kalsel mencapai 37 derajat celsius. Angka itu memperkuat indikasi tekanan kekeringan yang sedang berlangsung di wilayah ini.

Peringatan dini Dasarian I Oktober 2026 (1–10 Oktober 2026) mencatat sejumlah daerah masuk kategori kekeringan meteorologis dengan tingkat berbeda.

Enam Daerah Berstatus Awas Kekeringan

Status awas kekeringan meteorologis berlaku untuk Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Kotabaru.

Sementara Kabupaten Banjar masuk kategori siaga, dan Kabupaten Balangan berstatus waspada.

  • Awas: Banjarbaru, Banjarmasin, Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru
  • Siaga: Kabupaten Banjar
  • Waspada: Kabupaten Balangan

Warga Diminta Hemat Air

Masyarakat di wilayah yang masuk peringatan dini kekeringan diimbau menghemat penggunaan air. Warga juga diminta mengantisipasi potensi kekeringan dan memantau informasi resmi BMKG secara berkala.

Kombinasi kabut asap karhutla dan kekeringan meteorologis membuat kualitas udara serta ketersediaan air di sejumlah daerah Kalsel perlu diwaspadai dalam sepekan ke depan.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: wartabanjar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top