BANJARMASIN — Udara kabur akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti hampir seluruh wilayah Kalsel sejak pagi. Istilah udara kabur dipakai BMKG untuk menggambarkan langit yang tampak buram atau keputihan karena jarak pandang menurun.
Selain lima daerah yang berkabut asap, sejumlah wilayah lain dilaporkan mengalami kondisi serupa dengan intensitas lebih ringan. Pada siang hari, cuaca Kalsel diperkirakan berangsur cerah berawan.
BMKG memperkirakan suhu maksimum di Kalsel mencapai 37 derajat celsius. Angka itu memperkuat indikasi tekanan kekeringan yang sedang berlangsung di wilayah ini.
Peringatan dini Dasarian I Oktober 2026 (1–10 Oktober 2026) mencatat sejumlah daerah masuk kategori kekeringan meteorologis dengan tingkat berbeda.
Status awas kekeringan meteorologis berlaku untuk Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Kotabaru.
Sementara Kabupaten Banjar masuk kategori siaga, dan Kabupaten Balangan berstatus waspada.
Masyarakat di wilayah yang masuk peringatan dini kekeringan diimbau menghemat penggunaan air. Warga juga diminta mengantisipasi potensi kekeringan dan memantau informasi resmi BMKG secara berkala.
Kombinasi kabut asap karhutla dan kekeringan meteorologis membuat kualitas udara serta ketersediaan air di sejumlah daerah Kalsel perlu diwaspadai dalam sepekan ke depan.