IHSG Dibuka Melemah 8,25 Poin ke 6.062, LQ45 Ikut Turun 0,35 Persen

Penulis: Sofyan Basri  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:07:32 WIB
IHSG dibuka melemah 8,25 poin ke posisi 6.062,89 pada Kamis pagi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka melemah 8,25 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.062,89 pada Kamis pagi. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga turun 2,09 poin atau 0,35 persen ke posisi 599,09. Pelemahan ini terjadi di awal sesi perdagangan, membuka peluang tekanan lanjutan sepanjang hari.

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah 8,25 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.062,89 pada Kamis pagi. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,09 poin atau 0,35 persen ke posisi 599,09.

Pelemahan IHSG di awal sesi ini menandai tekanan jual yang muncul sejak pembukaan perdagangan. Posisi 6.062,89 menjadi level pembuka yang lebih rendah dibanding penutupan sebelumnya.

LQ45 Turun Lebih Dalam Dibanding IHSG

Indeks LQ45 mencatat penurunan 0,35 persen, lebih dalam dibanding IHSG yang turun 0,14 persen. Saham-saham unggulan yang masuk dalam kelompok ini mengalami tekanan jual yang relatif lebih besar.

Selisih persentase penurunan antara IHSG dan LQ45 menunjukkan tekanan tidak merata di seluruh sektor. Saham berkapitalisasi besar yang mendominasi LQ45 menjadi sasaran jual lebih intensif.

Apa Arti Posisi 6.062,89 bagi Pergerakan Hari Ini?

Level 6.062,89 menjadi titik pembuka yang menentukan arah pergerakan selanjutnya. Jika tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji level support di bawahnya.

Sebaliknya, jika muncul aksi beli, indeks bisa berbalik menguat menuju level resistance terdekat. Pergerakan LQ45 akan menjadi indikator penting apakah tekanan terjadi merata atau hanya di saham tertentu.

LQ45 dan IHSG: Dua Indikator yang Saling Melengkapi

IHSG mengukur pergerakan seluruh saham tercatat di BEI, sementara LQ45 hanya mencakup 45 saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi besar. Keduanya sering digunakan investor untuk membaca arah pasar secara keseluruhan.

Penurunan LQ45 yang lebih besar dari IHSG bisa menjadi sinyal awal tekanan di saham-saham blue chip. Investor biasanya mencermati keduanya sebelum mengambil keputusan jual atau beli.

Pergerakan IHSG dan LQ45 sepanjang sesi perdagangan Kamis akan menjadi acuan bagi pelaku pasar di daerah, termasuk investor ritel di Kalimantan Selatan yang memantau portofolio masing-masing.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: kalsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top