KALIMANTAN SELATAN — Dua orang dari delegasi Korea Utara dilaporkan berupaya mencari suaka di Jepang saat gelaran Asian Games 2026 berlangsung. Informasi itu diperoleh dari sumber yang terhubung dengan aparat intelijen Jepang serta Asosiasi Umum Penduduk Korea di Jepang (Chongryon), dan identitas keduanya masih dirahasiakan.
Laporan soal upaya pembelotan ini pertama kali mencuat lewat media Korea Selatan, Monthly Chosun. Kedua orang tersebut disebut merupakan bagian dari rombongan resmi Korea Utara yang dikirim ke ajang Asian Games 2026.
Sumber yang dikutip Monthly Chosun memiliki keterkaitan dengan aparat intelijen Jepang dan Chongryon, organisasi yang menaungi warga Korea di Jepang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari otoritas mana pun mengenai identitas maupun status keduanya.
Delegasi Korea Utara ke Asian Games 2026 tercatat berjumlah sekitar 180 orang, mencakup atlet dan pejabat. Menteri Olahraga Kim Il-guk turut masuk dalam rombongan tersebut.
Skala delegasi sebesar itu membuat kasus dugaan pembelotan ini menonjol. Sebab, setiap anggota rombongan biasanya terikat pengawasan ketat selama berada di luar negeri.
Pihak Jepang belum memberikan respons atas laporan ini. Pemerintah Korea Utara juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dua orang yang disebut ingin membelot tersebut.
Kasus serupa pernah beberapa kali terjadi di ajang olahraga internasional. Atlet dan ofisial Korea Utara yang bertanding di luar negeri kadang memanfaatkan momen itu untuk mencari suaka politik, meski jumlahnya relatif kecil dibanding total delegasi.
Di sisi kompetisi, Korea Utara telah mengoleksi satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu per Rabu (23/9) sore WIB. Perolehan itu menempatkan mereka di papan tengah klasemen sementara.
Asian Games 2026 masih menyisakan sejumlah cabang yang belum selesai. Delegasi Korea Utara diperkirakan tetap mengikuti jadwal pertandingan yang tersisa sambil menunggu perkembangan kasus dua anggotanya.