Tontonan Anime di Netflix Naik 39%, 10 Kali Lipat Genre Lain

Penulis: Reza Maulana  •  Kamis, 17 September 2026 | 15:21:01 WIB

KALIMANTAN SELATAN — Jam tontonan anime di Netflix melonjak dari 3,33 miliar jam pada paruh pertama 2023 menjadi 4,64 miliar jam di periode yang sama tahun ini. Angka itu setara kenaikan 39%, jauh melampaui pertumbuhan total tontonan Netflix yang hanya 4,5% berdasarkan laporan Media Partners Asia (MPA). Laporan bertajuk The Anime Economy itu menempatkan anime sebagai genre dengan jangkauan bulanan tertinggi di layanan streaming Asia.

Data MPA dihimpun dari laporan What We Watched yang dirilis Netflix dua kali setahun. Porsi anime terhadap seluruh jam tontonan Netflix ikut naik, dari 3,6% menjadi 4,75%.

Pendorong di Balik Lonjakan

Netflix punya sejumlah judul anime yang menopang pertumbuhan ini, termasuk Blue Eye Samurai, Cyberpunk: Edgerunners, dan Bass X Machina yang akan datang. Adaptasi live action One Piece turut memperkuat posisi platform asal Amerika Serikat itu di kategori ini.

Di kawasan Asia, Netflix kini menayangkan separuh judul anime di delapan pasar. Khusus di Jepang sebagai rumah industri anime, persaingan menyempit menjadi duel dua pemain: Netflix dan Prime Video, yang masing-masing menguasai lebih dari 40% total tontonan anime.

MPA mencatat anime mencapai jangkauan bulanan tertinggi di antara semua genre pada layanan streaming Asia. Sebanyak 31–47% pengguna premium video-on-demand di delapan pasar menonton anime setiap bulan, sementara tujuh genre utama lainnya hanya menyentuh rata-rata 26–34%.

YouTube dan Ekosistem Anime Jepang

YouTube juga menjadi kanal besar bagi anime. Menurut laporan tersebut, platform video milik Google itu menjangkau 70 juta penonton anime per bulan di Jepang.

MPA memperkirakan belanja global untuk anime naik sekitar 10% per tahun hingga 2030. Pertumbuhan itu dipimpin Asia di luar Jepang dan Amerika Utara, dengan konsentrasi pada sejumlah pemilik waralaba, grup studio, dan platform.

Nama-nama besar yang disebut dalam laporan meliputi Aniplex, Sony, TOHO, dan Toei Animation. Sony dinilai telah membangun satu-satunya "end-to-end anime stack" lewat Crunchyroll, Aniplex, Sony Pictures, dan Sony Music.

Arah Industri Dua Tahun ke Depan

MPA menilai 24 bulan mendatang akan menentukan bagaimana pembiayaan anime baru dibagi antara platform global dan grup pemilik kekayaan intelektual Jepang. Salah satu katalisnya adalah ekspansi streaming ke pasar baru di berbagai belahan dunia.

Faktor lain yang disebut adalah kesuksesan film anime di bioskop pada skala Infinity Castle yang berpotensi diulang, serta lini gim dan merchandise yang memperpanjang umur waralaba di luar layar.

"Anime's scale is established; the question is where the next growth comes from and who captures it," ujar CEO MPA Vivek Couto. "The catalysts are streaming pushing deeper into new markets globally, theatrical events on the scale of Infinity Castle becoming repeatable, and games and merchandise carrying franchises well beyond the screen. The direction is toward ownership: platforms financing production directly, Japanese IP groups buying studios, and the two learning to work together."

Bagi penonton Indonesia, genre anime memang sudah lama jadi tontonan utama di layanan streaming. Lonjakan global ini menegaskan posisi anime bukan lagi ceruk kecil, melainkan salah satu penggerak utama pertumbuhan industri hiburan digital.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: deadline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top