Kabut Asap Karhutla Selimuti 8 Kecamatan di Balangan, Warga Keluhkan Sesak Napas dan Mata Pedih

Penulis: Reza Maulana  •  Rabu, 16 September 2026 | 23:12:32 WIB
Kabut asap Karhutla menyelimuti delapan kecamatan di Balangan.

BALANGAN — Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kembali muncul di sejumlah titik di Kabupaten Balangan kini menyebar ke delapan kecamatan. Paparan asap tidak hanya terasa di ruang terbuka, tetapi juga merembes ke permukiman warga.

Rahmat, seorang warga Balangan, menyebut kabut asap sudah terasa dalam beberapa hari terakhir. Namun kondisi terburuk menurutnya terjadi pada Rabu (16/9/2026), ketika asap bahkan masuk ke dalam rumah.

Asap Masuk Rumah, Warga Alami Sesak hingga Mata Pedih

Paparan asap membuat sejumlah warga mengalami keluhan kesehatan. Rahmat menyebut gejala yang dirasakan meliputi sesak napas, batuk, pilek, tenggorokan sakit, hingga mata pedih.

Keluhan serupa juga muncul saat warga berkendara. Udara yang terhirup terasa tidak nyaman dan membuat pernapasan menjadi sesak, disertai kepala pusing dan mata pedih.

"Beberapa hari ini kabut asap sudah sangat tebal, tetapi hari ini yang paling parah. Asap bahkan masuk ke dalam rumah," ujar Rahmat.

Jarak Pandang Terganggu, Pengendara Diminta Kurangi Kecepatan

Kabut asap juga berdampak pada aktivitas berkendara di jalan. Jarak pandang yang terganggu membuat pengendara sepeda motor maupun mobil berisiko mengalami kecelakaan.

Rahmat mengimbau warga yang harus beraktivitas di luar rumah agar lebih berhati-hati selama kondisi kabut asap masih tebal. Ia menyarankan pengendara mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu kendaraan.

"Kalau berkendara sebaiknya kurangi kecepatan dan nyalakan lampu kendaraan. Jarak pandang bisa terganggu karena kabut asap, sehingga harus lebih berhati-hati agar tidak terjadi kecelakaan," katanya.

Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Kondisi kabut asap akibat Karhutla ini diharapkan menjadi perhatian bersama, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara dan jarak pandang masih terganggu akibat asap.

Sebaran kabut asap yang mencapai delapan kecamatan menunjukkan dampak Karhutla di Balangan tidak lagi bersifat lokal. Pemantauan kualitas udara dan penanganan titik api menjadi kunci untuk mencegah kondisi memburuk dalam beberapa hari ke depan.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: habarbalangan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top