KALIMANTAN SELATAN — Laga sengit antara Indonesia dan Vietnam di Piala AFF 2026 baru berjalan 10 menit, namun petaka sudah menimpa skuad Garuda. Golden Star Warriors unggul cepat lewat aksi Nguyen Van Vi yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia. Pertandingan yang berlangsung di stadion penuh suporter itu langsung berubah menjadi ujian mental bagi anak asuh Shin Tae-yong.
Kebobolan di menit awal jelas mengubah peta permainan. Vietnam, yang dikenal solid dalam bertahan, kini bisa bermain lebih nyaman dengan mengandalkan serangan balik. Sementara Indonesia terpaksa keluar menekan lebih awal dari yang direncanakan, membuka ruang di lini tengah yang bisa dieksploitasi lawan.
Gol yang diciptakan Nguyen Van Vi bukan sekadar keunggulan biasa. Dalam turnamen sekelas Piala AFF, mencetak gol di 10 menit pertama adalah pencapaian krusial yang mampu mengubah psikologis kedua tim. Umpan terukur dari lini tengah Vietnam berhasil dituntaskan dengan tenang oleh Vi di kotak penalti, meninggalkan bek dan kiper Indonesia tak berkutik.
Sebelum gol tersebut, Indonesia sebenarnya mencoba mengambil inisiatif serangan. Namun, transisi bertahan yang lambat menjadi celah fatal. Vietnam memanfaatkan momen tersebut dengan transisi menyerang yang cepat dan efisien, sebuah pola yang sudah menjadi ciri khas mereka di bawah asuhan pelatih anyar.
Ketertinggalan ini menempatkan Shin Tae-yong pada posisi sulit. Strategi awal yang disusunnya tampak buyar oleh gol cepat lawan. Keputusan taktis yang diambilnya di sisa waktu pertandingan akan menjadi sorotan utama, apakah ia berani mengganti pola permainan atau tetap pada rencana awal dengan risiko kebobolan lagi.
Bagi Indonesia, skor ini bukan hanya soal angka. Ini tentang kebangkitan mental. Sejarah mencatat, comeback dari ketertinggalan di laga pembuka selalu membutuhkan energi ekstra dan determinasi tinggi. Para pemain Garuda dituntut untuk segera bangkit dan merespons tekanan ini dengan permainan yang lebih berani dan terorganisir.
Piala AFF 2026 masih panjang, namun hasil laga ini akan sangat menentukan langkah Indonesia di fase grup. Kehilangan poin di laga perdana bisa membuat perjalanan Garuda menuju semifinal menjadi lebih berat. Semua mata kini tertuju pada respons tim di sisa babak pertama.
Situasi ini menjadi ujian terbesar bagi ketahanan mental skuad muda Indonesia. Menghadapi tim sekelas Vietnam yang sudah unggul cepat, dibutuhkan lebih dari sekadar semangat; eksekusi di lapangan harus berubah total. Babak kedua akan menjadi penentu apakah Garuda mampu menyelamatkan wajah mereka di turnamen ini.