KALIMANTAN SELATAN — Peristiwa yang dilaporkan sekitar pukul 20.55 WIB itu terjadi di gang tanpa nama di sisi pagar Pekuburan Kristen Pahandut, seberang Gereja Imanuel, antara Jalan Jawa dan Jalan Kalimantan. Aktivitas pasar malam yang masih berlangsung membuat warga panik saat kobaran api membesar dengan cepat.
Ketua BPK Kamboja, Sucipto, menyampaikan informasi awal dari warga mengarah pada seseorang yang diduga sengaja membakar rumahnya sendiri. Namun, pihaknya menyerahkan kepastian penyebab kepada penyelidikan kepolisian.
"Kami mendapat informasi awal dari warga bahwa kebakaran diduga berawal dari seseorang yang membakar rumahnya sendiri. Namun untuk memastikan penyebabnya, kami tetap menunggu hasil olah TKP dan penyelidikan dari pihak Inafis Polri," ujarnya.
Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hertanto membenarkan aparatnya mengamankan seorang pria terkait peristiwa ini. "Betul ada yang kami amankan. Tapi belum dapat diajak berbicara, sepertinya ada gangguan," ucapnya saat dikonfirmasi.
Proses pemadaman melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur: BPK Kamboja, relawan pemadam, BPBD Kota Palangka Raya, BNPB Provinsi Kalimantan Tengah, Tim Karhutla, PLN, TNI, Polri, Damkar Pemko, hingga masyarakat. Seluruh tim berjibaku selama sekitar dua jam untuk menjinakkan api dan melakukan pendinginan.
Sucipto menjelaskan lokasi tersebut sejak lama menjadi titik yang sulit mendapatkan sumber air. Bangunan di kawasan itu mayoritas berbahan kayu sehingga api cepat merambat. "Lokasi ini memang sejak dulu menjadi salah satu titik yang sulit mendapatkan sumber air. Karena itu proses pemadaman cukup berat, apalagi bangunan di kawasan tersebut mayoritas berbahan kayu sehingga api sangat cepat merambat," katanya.
Kobaran api sempat menjalar ke atap kawasan Pekuburan Kristen Pahandut akibat percikan bara yang terbawa angin. Petugas pemadam bergerak cepat mencegah api meluas ke bangunan lain.
"Api sempat menyambar bagian atap pekuburan karena bara beterbangan. Syukurnya anggota pemadam sigap sehingga kobaran api berhasil dipadamkan sebelum membesar," ungkapnya.
Hingga proses pemadaman selesai, tidak ada laporan korban jiwa. Namun, puluhan bangunan dilaporkan ludes terbakar atau rusak akibat jilatan api. Nilai kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah, dengan jumlah pasti bangunan terdampak masih didata petugas.
Sucipto mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau saat cuaca panas. "Mari saling mengingatkan antarwarga agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang," pungkasnya.