Pencarian

Temu Narasi 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari Digelar di Banjarbaru, PWI Kalsel Dorong Arsyad Al-Banjari Jadi Pahlawan Nasional

Kamis, 05 November 2026 • 13:01:31 WIB
Temu Narasi 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari Digelar di Banjarbaru, PWI Kalsel Dorong Arsyad Al-Banjari Jadi Pahlawan Nasional
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kalsel Manggar Sari Ayuati menyampaikan sambutan dalam Temu Narasi 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari di Banjarbaru.

BANJARBARU — Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Selatan Manggar Sari Ayuati menyebut kegiatan itu merupakan bagian dari upaya Kementerian Kebudayaan menyebarluaskan nilai-nilai penting dari ketokohan Syekh Yusuf Al-Makassari. Nilai tersebut dinilainya perlu sampai ke masyarakat Indonesia maupun dunia.

Acara dihadiri Ketua PWI Kalimantan Selatan Zainal Helmie, perwakilan Pemerintah Kota Banjarbaru, tokoh budaya, serta sejumlah wartawan. Museum Lambung Mangkurat dipilih sebagai lokasi karena menjadi salah satu pusat pelestarian sejarah di Kalimantan Selatan.

Siapa Syekh Yusuf Al-Makassari

Syekh Yusuf lahir di Lakiung, Gowa, Sulawesi Selatan, pada 3 Juli 1626. Ia merupakan putra Sultan Alauddin, Raja Gowa ke-14.

Sepanjang hidupnya, Syekh Yusuf dikenal sebagai ulama yang menekuni ilmu hingga akhir hayatnya pada 1699. Perjalanan panjangnya dalam menuntut dan menyebarkan ilmu menjadi salah satu alasan tokoh ini diperingati empat abad setelah kelahirannya.

Ajaran Berbuat Baik kepada Semua Makhluk

Selain dikenal sebagai ulama, Syekh Yusuf juga tokoh tasawuf. Salah satu ajarannya menekankan pentingnya berbuat baik kepada semua makhluk, tidak hanya kepada sesama manusia.

Pandangan itu mengajarkan bahwa seluruh kehidupan di muka bumi merupakan bagian dari kehendak Allah SWT. Karena itu, alam dan segala isinya harus dihormati dan dijaga.

Harapan agar Wartawan Meneladani Semangat Syekh Yusuf

Manggar berharap perjalanan hidup dan semangat perjuangan Syekh Yusuf dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, termasuk kalangan wartawan. Menurutnya, semangat itu relevan untuk menyampaikan berita yang mencerahkan serta memperkuat nilai budaya dan kebangsaan.

"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Kementerian Kebudayaan untuk menyebarluaskan serta meneladani nilai-nilai penting dari ketokohan Syekh Yusuf Al-Makassari kepada masyarakat luas," ujarnya.

PWI Kalsel Usul Arsyad Al-Banjari Jadi Pahlawan Nasional

Ketua PWI Kalimantan Selatan Zainal Helmie menyambut positif pelaksanaan temu narasi. Menurutnya, forum semacam ini menjadi ruang menarik untuk mengenalkan tokoh ulama dan sejarah Islam kepada masyarakat.

Dari kegiatan tersebut, PWI Kalsel mendorong agar Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari diusulkan sebagai pahlawan nasional. Ulama besar asal Kalimantan Selatan itu dinilai layak menyusul pengakuan terhadap tokoh-tokoh Islam lain yang telah lebih dulu ditetapkan.

Usulan itu belum disertai keterangan resmi mengenai tahapan pengajuan ke pemerintah pusat. Namun, forum di Banjarbaru menjadi salah satu titik awal penggalangan dukungan dari kalangan wartawan, tokoh budaya, dan pemerintah daerah setempat.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks