AMUNTAI — Pementasan seni pertunjukan Aruh Sastra Kalsel XXIII mempertemukan jajaran Pemkab HSU, anggota DPRD, dan ratusan seniman Banua di aula Gedung Abdul Wahid. Apresiasi mengalir kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HSU bersama pegiat seni se-Kalsel yang mengisi rangkaian acara.
Budi Lesmana, pemerhati seni sekaligus anggota DPRD HSU, menyoroti pilihan Pemkab HSU menjadikan kebudayaan sebagai jalan memajukan daerah. Menurut dia, HSU tidak punya banyak sumber daya alam sehingga perlu menggarap potensi lain.
"Langkah Pemkab HSU menggelar kegiatan ini sangat tepat. Di mana HSU yang minim SDA, berupaya mengeksploitasi potensi daerah lainnya," kata Budi Lesmana.
Tujuh Kabupaten Kota Tampil di Panggung Aruh Sastra
Pertunjukan cerita rakyat dari tujuh kabupaten/kota menjadi bagian utama gelaran. Kisah sejarah lokal dan teater rakyat Banua itu ditampilkan sebagai bukti kekayaan tradisi yang menguatkan identitas budaya HSU.
Bagi Budi, panggung semacam ini memperkuat pembangunan daerah berbasis sumber daya manusia kreatif. Dia menyatakan legislatif siap mengawal kemajuan kebudayaan demi kesejahteraan warga.
"Sebagai pemerhati seni, saya sangat bangga," ujarnya.
Gubernur Kalsel: Aruh Sastra Wadah Sastrawan Berkarya
Gubernur Kalsel melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Adi Santoso memberi apresiasi besar kepada Pemkab HSU selaku tuan rumah. Adi menegaskan ASKS menjadi wadah strategis bagi pelaku sastra untuk berkarya dan bertukar gagasan.
"Aruh Sastra diharapkan menjadi wadah bagi para sastrawan dan budayawan untuk terus berkarya, bertukar gagasan, serta menjaga dan mengembangkan kekayaan sastra dan kebudayaan Kalimantan Selatan," katanya.
Negara Dipa Jadi Sumber Inspirasi Karya Banua
Bupati HSU H Sahrujani menekankan makna tema kegiatan. Negara Dipa, menurut dia, melekat erat dengan identitas HSU dan bukan sekadar catatan masa lalu.
"Mari jadikan Negara Dipa bukan hanya jejak sejarah yang kita kenang, melainkan sumber inspirasi untuk melahirkan karya – karya yang menjaga martabat budaya dan memperkaya peradaban Banua," kata Bupati Sahrujani.
Pembukaan Aruh Sastra diisi pertunjukan seni khas Banua, mulai dari musik panting hingga penampilan Japin Tahtul. Acara juga diwarnai penyerahan lukisan dari Tim Aruh Sastra Tabalong kepada Bupati HSU sebagai kenang-kenangan, serta peluncuran buku ASKS untuk memperkaya dokumentasi sastra daerah.