KALIMANTAN SELATAN — Delapan anak di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mendapat pendampingan tumbuh kembang langsung dari dokter spesialis anak dan psikolog. Layanan rujukan Program TAMASYA ini membantu orang tua mengenali potensi keterlambatan bicara hingga autisme sejak dini, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
PT TIMAH (Persero) Tbk bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau menghadirkan layanan rujukan bagi orang tua dan anak di TPA Darul Mukmin, Kabupaten Karimun. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Prioritas Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) Batch II.
Sebanyak delapan pasangan orang tua bersama delapan anak mengikuti konseling dan pendampingan. Tenaga profesional yang terlibat meliputi dokter spesialis anak, psikolog anak, serta tenaga pendukung lainnya.
Apa Itu Layanan Rujukan TAMASYA
Penata Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKB) Ahli Muda BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Sri Parwanti, menjelaskan bahwa layanan rujukan adalah satu dari empat bentuk layanan pendampingan dalam program prioritas TAMASYA. Program ini menyasar penguatan pemahaman orang tua soal pola asuh dan tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Fokus utamanya adalah deteksi dini potensi gangguan tumbuh kembang, seperti keterlambatan bicara (speech delay) dan autisme. Semakin cepat teridentifikasi, semakin besar peluang anak mendapat penanganan yang sesuai kebutuhan.
Peran Psikolog dalam Pendampingan
Pendampingan tidak berhenti pada pemeriksaan fisik semata. Sri Parwanti menegaskan pentingnya keterlibatan tenaga ahli dalam proses identifikasi.
"Pendampingan dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli seorang psikolog agar hasil identifikasi dapat ditindaklanjuti melalui penanganan yang tepat sasaran. Dengan demikian, orang tua juga memperoleh pemahaman mengenai kondisi dan kebutuhan perkembangan anak," jelasnya.
Bagi ibu yang selama ini ragu soal tahapan perkembangan buah hati, layanan seperti ini memberi kejelasan. Orang tua tidak hanya menerima hasil pemeriksaan, tetapi juga dibimbing memahami apa yang dibutuhkan anak.
Jumlah Peserta Meningkat dari Batch Pertama
Pelaksanaan Batch II merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang mendapat respons positif dari penerima manfaat. Pada Batch I, layanan menjangkau lima anak. Di Batch II, jumlahnya bertambah menjadi delapan anak beserta orang tua mereka.
Kenaikan jumlah peserta itu menunjukkan kebutuhan nyata di lapangan. Banyak keluarga di daerah operasional perusahaan tambang membutuhkan akses layanan tumbuh kembang yang selama ini terkonsentrasi di kota besar.
Dukungan Dunia Usaha untuk Pembangunan Keluarga
Sri Parwanti mengapresiasi dukungan PT TIMAH melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Menurutnya, kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan layanan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia berharap dukungan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan dikembangkan secara berkelanjutan agar semakin banyak keluarga memperoleh manfaat.
"Penguatan pemahaman orang tua mengenai pola asuh dan tumbuh kembang anak merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Keluarga yang memiliki pengetahuan pengasuhan yang baik akan menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas," katanya.
Kapan Ibu Perlu Memeriksakan Tumbuh Kembang Anak
Keterlambatan bicara dan autisme termasuk gangguan yang sering luput disadari orang tua pada tahun-tahun awal. Beberapa tanda yang layak diwaspadai: anak usia dua tahun belum mengucapkan kata tunggal, tidak merespons namanya, atau jarang melakukan kontak mata saat diajak berinteraksi.
Bila ibu melihat tanda-tanda tersebut, jangan menunggu sampai usia sekolah. Konsultasikan ke posyandu, puskesmas, atau dokter spesialis anak terdekat untuk mendapat penilaian awal. Deteksi dini bukan berarti memberi label pada anak, melainkan membuka jalan agar stimulasi yang diberikan lebih tepat.
Pendampingan tumbuh kembang yang melibatkan orang tua, tenaga kesehatan, dan dukungan lingkungan sekitar menjadi kunci menyiapkan generasi yang sehat dan berdaya saing. Semakin awal ibu memahami kebutuhan anak, semakin besar peluangnya tumbuh optimal.