Bank Kalsel menyerahkan bantuan CSR Program Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah Organik kepada Pusat Daur Ulang Skala RT, Bank Sampah "Bahe'mart", di Komplek Herlina Perkasa, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara. Penyerahan bantuan dihadiri langsung oleh Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin dan Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin, disambut Pengurus Bank Sampah Istiqomah dan Ardiansyah bersama warga setempat. Bantuan budidaya ikan lele ini menyambung program sebelumnya yang berhasil mengumpulkan 2.380 kilogram sampah botol plastik dalam 7 bulan.
BANJARMASIN — Bank Kalsel menyerahkan bantuan CSR Program Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah Organik kepada Pusat Daur Ulang Skala RT, Bank Sampah "Bahe'mart", di Komplek Herlina Perkasa, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara. Penyerahan bantuan dihadiri Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin dan Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin. Kehadiran keduanya disambut hangat Pengurus Bank Sampah, Istiqomah dan Ardiansyah, beserta warga setempat.
Program terpadu ini diharapkan memberi dampak ekonomi sirkular bagi warga sekitar. Bantuan budidaya ikan lele dirancang terintegrasi dengan pengelolaan sampah organik yang sudah berjalan di bank sampah tersebut.
Komposter dan Lele dalam Satu Siklus
Fachrudin menyebut bantuan ini sebagai kelanjutan dari keberhasilan program sebelumnya. Bank Kalsel sebelumnya menyalurkan 20 unit tempat sampah sedekah botol plastik di 13 titik strategis Kota Banjarmasin.
Dalam waktu 7 bulan, program itu mengumpulkan 2.380 kilogram sampah botol plastik. Hasil penjualannya dimanfaatkan untuk pembuatan komposter pengurai sampah organik.
"Kami sangat mengapresiasi dedikasi pengurus Bank Sampah 'Bahe'mart' yang konsisten sejak tahun 2019 mengelola sampah rumah tangga. Melalui bantuan budidaya ikan lele yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah organik ini, kami ingin memastikan bahwa program CSR Bank Kalsel tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan warga secara mandiri," ucap Fachrudin.
Respons Wali Kota: Komposter Kurangi Sampah dari Sumbernya
Pemerintah Kota Banjarmasin menilai program ini menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Yamin menekankan pentingnya pemanfaatan fasilitas yang sudah diserahkan.
"Bagi Pemerintah Kota Banjarmasin, program seperti ini sangat berarti. Komposter sampah memberikan solusi untuk mengurangi sampah dari sumbernya, sementara budidaya ikan lele dapat menjadi kegiatan produktif yang membawa manfaat ekonomi. Peresmian hari ini bukanlah akhir, yang paling penting adalah bagaimana fasilitas ini dapat dimanfaatkan, dijaga, dan dikelola dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat," kata Yamin.
Kolaborasi Tiga Pihak untuk Persoalan Perkotaan
Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan penggerak lingkungan dinilai menjadi jalan penyelesaian persoalan perkotaan. Bank Kalsel memposisikan diri sebagai mitra pembangunan daerah yang berfokus pada kesejahteraan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan kemandirian ekonomi.
Bagi pengurus Bahe'mart, bantuan ini menambah modal kerja yang sudah berjalan sejak 2019. Warga Kelurahan Sungai Andai kini memiliki dua aktivitas produktif sekaligus: memilah sampah organik dan memelihara lele dari hasil komposter.