KOTABARU — Iwanto, peternak sapi perah di Desa Tegal Rejo, Kecamatan Kelumpang Hilir, kini merawat 7 ekor sapi jenis Lamusin indukan asal Pulau Jawa. Dari jumlah tersebut, satu ekor sedang dalam masa laktasi dan mampu menghasilkan 7 hingga 10 liter susu per hari.
Susu yang dihasilkan dijual dengan harga Rp18 ribu per liter. Iwanto mengaku pendampingan dari Indocement Tarjun mengubah perekonomian keluarganya secara langsung.
"Kami sangat bersyukur dengan adanya binaan dari pihak perusahaan. Program ini sudah memajukan dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat serta meningkatkan perekonomian kami," ujar Iwanto.
Pendampingan Berkelanjutan untuk Tiga Sektor UMKM
Selain peternakan sapi perah, Indocement Tarjun juga membina usaha ecoprint batik dan Tempat Pengelolaan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di desa yang sama. Ketiga sektor ini dipilih berdasarkan potensi lokal dan kebutuhan warga setempat.
Pimpinan CSR PT ITP Tarjun, Eva Ariani, mengatakan Media Gathering tahun ini sengaja dikemas berbeda dengan mengajak jurnalis melihat langsung lokasi binaan. Hal ini dilakukan agar wartawan mendapatkan gambaran utuh tentang program yang dijalankan perusahaan.
"Ini salah satu sarana untuk menunjukkan secara nyata hasil dari berbagai program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Harapan kami, hari ini rekan-rekan media bisa melihat langsung binaan yang dilakukan Indocement, bukan hanya mendengar ceritanya," kata Eva.
Program Berawal dari Hal Sederhana
Eva menambahkan, seluruh program pemberdayaan masyarakat Indocement Tarjun berawal dari inisiatif sederhana. Prosesnya dijalankan melalui pendampingan dan kolaborasi berkelanjutan bersama warga desa.
Media Gathering ke-2 Tahun 2026 ini merupakan agenda rutin yang sudah berlangsung hampir puluhan tahun. Kegiatan menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana komunikasi terbuka antara manajemen perusahaan dan insan media Kotabaru.
Rangkaian acara ditutup dengan diskusi santai dan ramah tamah antara manajemen Indocement dengan para jurnalis yang hadir.