Pencarian

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Empat Orang dalam Tenda di Temanggung Akibat Arang Bakar

Selasa, 16 Juni 2026 • 15:02:31 WIB
Polisi Ungkap Penyebab Kematian Empat Orang dalam Tenda di Temanggung Akibat Arang Bakar
Polisi Temanggung memastikan kematian empat orang di tenda akibat paparan gas karbon monoksida dari arang bakar.

KALIMANTAN SELATAN — Kepolisian Resor Temanggung bersama Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah merampungkan penyelidikan kasus kematian empat orang saat berkemah di kawasan Taman Wisata Alam Posong. Hasil simulasi dan pemeriksaan laboratorium memastikan penyebabnya adalah paparan gas karbon monoksida dari pembakaran arang di dalam tenda yang minim ventilasi.

Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini mengungkapkan, berdasarkan dokumentasi di ponsel korban, tungku tanah liat yang ditemukan di lokasi tidak hanya digunakan sebagai penghangat tubuh, tetapi juga untuk membakar pisang. "Tujuannya untuk penghangat. Namun dalam foto-foto korban, dalam handphone korban didapati korban menggunakan ini untuk membakar pisang," kata Zamrul dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Tengah.

Simulasi Peragakan Lonjakan Kadar Gas Beracun

Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah melakukan dua tahap simulasi untuk memastikan sumber kematian. Kasubbid Kimbio Bid Labfor Polda Jateng AKBP Ibnu Sutarto menjelaskan, simulasi pertama dilakukan dengan menempatkan sumber pembakaran di teras tenda dalam kondisi pintu terbuka.

Hasilnya, kadar karbon monoksida di dalam tenda terus meningkat dan mencapai lebih dari 200 part per million (ppm) dalam waktu sekitar satu jam. "Setiap kenaikan lima menit kita pantau, sampai satu jam itu sudah mencapai 200 lebih ppm CO-nya," ujar Ibnu.

Simulasi kedua dilakukan dengan kondisi yang menyerupai situasi saat kejadian. Dalam uji lanjutan ini, kadar karbon monoksida di dalam tenda melonjak hingga sekitar 2.000 ppm dalam waktu yang hampir sama. "Kurang lebih satu jam juga di dalam tenda terdeteksi sekitar 2.000 ppm. Kondisi udara di dalam tenda mengandung gas CO. Dari situ kita juga yakin kalau sumber gas yang meracuni korban adalah dari arang untuk pembakarannya," kata dia.

Korban dan Kronologi di Lokasi

Empat korban yang ditemukan meninggal dunia di lokasi perkemahan adalah Muhammad Ali Munawar (52), Alvino Evan Hakim (17), Bagas Amar Hakiki (21), dan Maghfirah (43). Mereka diduga menghabiskan waktu di dalam tenda tertutup dengan tungku arang yang menyala, tanpa menyadari akumulasi gas beracun yang tidak berwarna dan tidak berbau.

Karbon monoksida merupakan gas mematikan yang dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan pusing, kehilangan kesadaran, hingga kematian, terutama jika terjadi di ruang tertutup dengan ventilasi minim. Polisi mengimbau masyarakat yang berkemah untuk tidak menyalakan api atau arang di dalam tenda dan selalu memastikan sirkulasi udara yang memadai.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks