KALIMANTAN SELATAN — Transformasi keselamatan di Pelindo tidak lagi sekadar wacana. Direktur Operasi Pelindo, Prasetyadi, mengungkapkan bahwa penurunan insiden di Samarinda mencapai angka yang signifikan. Dibandingkan periode operasional sebelumnya, kerusakan properti berkurang hingga dua pertiga.
"Pengalaman Samarinda menunjukkan bahwa pengelolaan risiko yang dilakukan secara disiplin dapat memberikan hasil yang terukur," ujar Prasetyadi dalam keterangan resmi di Samarinda, Kamis (4/6/2026).
Angka 67 persen tersebut bukan capaian instan. Pelindo menerapkan sejumlah perubahan prosedur di lapangan, mulai dari standar operasional pemanduan kapal hingga pengawasan ketat terhadap peralatan bongkar muat. Samarinda kini menjadi tolok ukur bagi cabang Pelindo lainnya di seluruh Indonesia.
Role Model untuk 12 Wilayah Lain
Status role model ini membuat Pelindo mewajibkan seluruh wilayah kerja untuk mengadopsi sistem yang sama. Langkah ini diambil untuk mempercepat transformasi keselamatan secara nasional. Selama ini, insiden operasional kerap menjadi biaya tersembunyi yang membebani perusahaan.
Dengan menurunkan angka kerusakan properti, Pelindo tidak hanya menekan kerugian finansial tetapi juga meningkatkan efisiensi waktu bongkar muat. Dampaknya langsung dirasakan oleh pengguna jasa pelabuhan, seperti perusahaan logistik dan eksportir di Kalimantan Timur.
Prasetyadi menambahkan, pihaknya akan terus memonitor penerapan standar baru di setiap cabang. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan tidak ada celah yang terlewat.
Target: Nol Insiden Besar di 2027
Ke depan, Pelindo menargetkan tidak ada lagi insiden besar yang mengakibatkan kerusakan properti atau cedera pekerja. Samarinda diharapkan menjadi pionir yang mendorong cabang lain mencapai standar serupa.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan daya saing pelabuhan nasional. Pelabuhan yang aman dan efisien menjadi syarat mutlak untuk menarik investasi dan memperlancar arus logistik di Indonesia.
Bagi Pelindo, Samarinda bukan sekadar studi kasus. Wilayah ini telah menjadi bukti bahwa perubahan prosedur yang disiplin mampu mengubah angka-angka di atas kertas menjadi keselamatan nyata di lapangan.