Pencarian

FAA Grounding Starship, IPO SpaceX Target Valuasi USD 2 Triliun, dan Spekulasi Merger dengan Tesla

Sabtu, 30 Mei 2026 • 00:37:01 WIB
FAA Grounding Starship, IPO SpaceX Target Valuasi USD 2 Triliun, dan Spekulasi Merger dengan Tesla
FAA melakukan grounding terhadap roket Starship milik SpaceX setelah insiden uji coba terbaru.

KALIMANTAN SELATAN — Badan Penerbangan Federal AS (FAA) kembali melakukan grounding terhadap roket Starship milik SpaceX. Langkah ini diambil setelah insiden dalam uji coba terbaru, yang berpotensi menggeser jadwal peluncuran komersial dan kontrak NASA. Bagi pengamat, penundaan ini menjadi pengingat bahwa risiko teknis masih menjadi faktor yang melekat di bisnis peluncuran antariksa.

Target Valuasi IPO Rp 32.000 Triliun, Segini Perkiraan Harga Sahamnya

Mengutip laporan Seeking Alpha, SpaceX dikabarkan tengah mempersiapkan IPO terbesar sepanjang sejarah dengan target valuasi USD 2 triliun. Jika dirupiahkan dengan kurs estimasi Rp 16.000, angka itu setara dengan Rp 32.000 triliun — melampaui kapitalisasi pasar gabungan seluruh bursa saham di banyak negara berkembang.

Struktur perusahaan pasca-IPO nantinya akan terdiri dari tiga segmen utama: unit peluncuran SPCX, jaringan satelit Starlink, dan divisi kecerdasan buatan xAI. Masing-masing segmen memiliki profil pertumbuhan dan kebutuhan modal yang sangat berbeda. Segmen xAI menjadi primadona dengan potensi pendapatan tahunan USD 15 miliar dari kemitraan bersama Anthropic. Namun, realisasi angka itu bergantung pada eksekusi yang nyaris sempurna di tengah ketatnya persaingan industri AI.

Di sisi lain, Starlink mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan pertumbuhan. Meski jumlah pelanggan berhasil berlipat ganda, adjusted EBITDA-nya hanya tumbuh 29 persen. Rata-rata pendapatan per pengguna terus tertekan akibat perang tarif dengan kompetitor. Pada level valuasi USD 2 triliun, saham SpaceX berpotensi diperdagangkan di atas 70 kali penjualan — sebuah kelipatan yang oleh analis dinilai terlalu agresif untuk total addressable market saat ini.

Skenario Merger dengan Tesla Paling Cepat 2027

Analis Wedbush, Dan Ives, menilai merger antara SpaceX dan Tesla bisa terjadi paling cepat pada 2027. Pandangan ini bukan tanpa dasar. Musk sebelumnya telah menggabungkan xAI ke dalam SpaceX, menciptakan preseden konsolidasi di dalam kerajaan bisnisnya. Kini, kedua perusahaan tengah berkolaborasi dalam proyek Terafab, sebuah inisiatif manufaktur chip skala besar yang dinilai bisa menjadi jembatan teknis menuju merger formal.

Bagi Tesla, merger ini bisa menjadi katalis pertumbuhan baru di luar bisnis mobil listrik yang harga sahamnya tengah tertekan. Arus kas bebas (free cash flow) Tesla yang mencapai sekitar USD 7 miliar dinilai cukup untuk mendanai ekspansi SpaceX yang padat modal. Dari sisi investor, entitas gabungan akan menyederhanakan akses terhadap dua bisnis Musk hanya melalui satu ticker saham.

Meski demikian, skenario ini masih bergantung pada persetujuan dewan direksi Tesla, regulator antimonopoli, dan respons pemegang saham minoritas. Jika salah satu pihak menolak, proses merger bisa molor jauh dari target 2027 yang dilontarkan Ives. Sementara itu, grounding Starship oleh FAA menjadi pengingat bahwa risiko teknis tetap menjadi variabel yang bisa mengubah arah bisnis kapan saja.

Bagikan
Sumber: heygotrade.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks