BANJARMASIN — Bank Kalsel resmi mendorong pelaku UMKM di Kalimantan Selatan untuk beralih ke sistem pembayaran digital melalui layanan QRIS. Langkah ini merupakan komitmen Bank Kalsel dalam memberikan kemudahan bertransaksi bagi nasabah, khususnya para pelaku usaha mikro dan kecil yang selama ini masih bergantung pada uang tunai.
Program digitalisasi ini menyasar sedikitnya 5.000 pelaku UMKM di wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, dan beberapa kabupaten lain. Targetnya, seluruh pedagang di pasar tradisional dan pelaku usaha rumahan bisa menerima pembayaran lewat scan kode QR pada akhir tahun ini.
Mengapa QRIS Jadi Andalan Bank Kalsel?
QRIS dipilih karena sistem ini memungkinkan semua aplikasi pembayaran digital—baik dari bank maupun penyedia dompet elektronik—bisa digunakan di satu kode QR yang sama. Bank Kalsel menilai, kemudahan ini akan mempercepat adopsi transaksi non-tunai di kalangan pedagang kecil yang selama ini enggan beralih karena rumitnya sistem.
Plt. Direktur Utama Bank Kalsel menyebutkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan tim pendampingan lapangan. Tim ini akan turun langsung ke pasar-pasar dan sentra UMKM untuk mengedukasi pedagang cara menggunakan QRIS, mulai dari pendaftaran hingga pencairan dana.
Dampak Langsung bagi Pedagang dan Pembeli
Bagi pelaku UMKM, penggunaan QRIS diyakini bisa mengurangi risiko kehilangan uang tunai dan mempermudah pencatatan omzet harian. Pembeli pun tak perlu lagi menyediakan uang pas jika bertransaksi di warung atau kios kecil.
“Kami ingin UMKM di Kalsel tidak tertinggal. Dengan QRIS, mereka bisa melayani pembeli dari berbagai aplikasi e-wallet tanpa harus punya banyak akun,” ujar perwakilan Bank Kalsel dalam sosialisasi di Banjarmasin, pekan lalu.
Selain itu, Bank Kalsel juga memberikan insentif berupa gratis biaya administrasi pendaftaran selama tiga bulan pertama. Langkah ini diambil agar para pedagang tidak ragu mencoba sistem pembayaran digital.
Siapa Saja yang Bisa Mendaftar QRIS Bank Kalsel?
Program ini terbuka untuk semua pelaku UMKM yang memiliki rekening di Bank Kalsel. Syaratnya cukup mudah: fotokopi KTP, NPWP (jika ada), dan nomor rekening aktif. Pendaftaran bisa dilakukan di kantor cabang Bank Kalsel terdekat atau melalui agen yang diturunkan ke lapangan.
Bank Kalsel menargetkan, pada akhir semester pertama 2026, setidaknya 2.000 pedagang pasar tradisional sudah aktif menggunakan QRIS. Sisanya menyusul pada semester kedua.
Bagaimana Cara Kerja QRIS di Lapangan?
Setelah mendaftar, pedagang akan mendapatkan stiker kode QR unik yang bisa ditempel di meja atau etalase. Pembeli cukup memindai kode tersebut menggunakan aplikasi pembayaran digital apa pun, memasukkan nominal belanja, dan transaksi selesai dalam hitungan detik. Dana langsung masuk ke rekening pedagang tanpa perlu menunggu lama.
Bank Kalsel juga memastikan bahwa sistem keamanan QRIS sudah sesuai standar Bank Indonesia. Setiap transaksi tercatat otomatis, sehingga memudahkan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Dicari Warga Kalsel
Apakah QRIS Bank Kalsel bisa digunakan untuk semua jenis usaha?
Ya, QRIS bisa digunakan untuk semua jenis usaha mikro, kecil, dan menengah, mulai dari warung sembako, pedagang kaki lima, hingga toko kelontong. Tidak ada batasan jenis dagangan.
Berapa biaya pendaftaran QRIS Bank Kalsel?
Pendaftaran QRIS Bank Kalsel gratis untuk tiga bulan pertama bagi pelaku UMKM yang mendaftar melalui program digitalisasi ini. Setelah itu, dikenakan biaya administrasi ringan sesuai ketentuan yang berlaku.
Apakah pedagang tetap bisa menerima uang tunai jika sudah pakai QRIS?
Tentu bisa. QRIS hanya menambah opsi pembayaran, bukan menggantikan uang tunai. Pedagang tetap bisa melayani pembeli yang membayar dengan uang tunai seperti biasa.