KALIMANTAN SELATAN — Kepastian gelar ke-14 Arsenal, atau yang ketiga terbanyak dalam sejarah sepak bola Inggris, datang tanpa mereka harus bermain. City yang menjalani laga tandang di Vitality Stadium gagal meraih kemenangan yang mereka butuhkan untuk memperpanjang persaingan. Gol telat Erling Haaland di masa injury time hanya mampu menyamakan kedudukan setelah Bournemouth unggul lebih dulu lewat aksi Eli Junior Kroupi.
Kegagalan City di Momen Krusial
Hasil imbang ini menjadi pukulan telak bagi City, terutama di musim terakhir Pep Guardiola sebelum meninggalkan klub setelah satu dekade berkuasa. Mantan bek City, Micah Richards, tidak menyembunyikan kekecewaannya. “Selamat untuk Arsenal, tapi untuk City, kami berharap lebih. Saat semuanya ada di tangan mereka, mereka tidak bisa menyelesaikannya,” ujar Richards.
City sebelumnya tertinggal lima poin dari Arsenal. Tekanan semakin besar setelah The Gunners menang tipis 1-0 atas Burnley pada Senin malam berkat gol Kai Havertz. Kemenangan itu memaksa City wajib menang di Bournemouth, namun mereka justru kehilangan konsentrasi di momen kritis.
Perjalanan Panjang Arteta Membangun Kembali Arsenal
Ini adalah musim penuh ketujuh Mikel Arteta menukangi Arsenal. Proyek pembangunan kembali yang ia rintis perlahan membuahkan hasil. Sejak era ‘The Invincibles’ di bawah Arsene Wenger, Arsenal belum pernah merasakan gelar liga. Kini, dengan pertahanan yang kokoh—empat kemenangan beruntun tanpa kebobolan setelah kalah dari City di Etihad bulan lalu—tim asal London Utara ini menunjukkan mental juara.
Gelandang Declan Rice, yang menjadi bagian penting musim ini, mengaku perjalanan ini terasa emosional. “Kami tahu dari dalam diri kami punya keyakinan. Tapi ini emosional karena melihat dari mana klub ini berasal dalam 10 tahun terakhir—pasang surut,” kata Rice. “Saya tidak ada di sini sebelumnya, tapi saya tahu dan mendengar semuanya. Klub ini pantas mendapatkan hal-hal baik.”
Peluang Double: Final Liga Champions Menanti
Perayaan di seluruh London Utara pecah begitu peluit akhir di Bournemouth berbunyi. Fans yang menonton di pub-pub langsung meluapkan euforia. Namun, Arsenal belum boleh berpuas diri. Pekan depan, mereka berpeluang mencetak sejarah ganda dengan menghadapi Paris Saint-Germain di final Liga Champions di Budapest. Jika menang, Arsenal akan mengukir musim sempurna: gelar domestik dan Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
FAQ: Apa Arti Gelar Ini bagi Arsenal?
Kapan terakhir kali Arsenal juara Premier League?
Arsenal terakhir kali menjadi juara Premier League pada musim 2003/2004, saat mereka menyelesaikan liga tanpa terkalahkan—dikenal sebagai ‘The Invincibles’ di bawah Arsene Wenger.
Apakah Arsenal bisa meraih gelar ganda musim ini?
Ya. Arsenal akan menghadapi Paris Saint-Germain di final Liga Champions pada pekan depan. Jika menang, mereka akan meraih gelar ganda Premier League dan Liga Champions untuk pertama kalinya.